Syam Resfiadi : Kenaikan Tarif Haji Naik Hingga 100 Persen Pasca Pandemi

Syam Resfiadi : Kenaikan Tarif Haji Naik Hingga 100 Persen Pasca Pandemi
Direktut PT. Patuna Mekar Jaya, H. Syam Resfiadi

JAKARTAINSIGHT.com | Merespon sejumlah update pelaksanaan ibadah haji 2024 sekaligus silaturahmi ramadan, PT. Patuna Mekar Jaya (Patuna Travel Group) menggelar kegiatan bertajuk "Silaturahmi & Sosialisasi Haji Khusus Patuna" (Selasa 26/3).

Kegiatan yang digelar di The Tribrata Convention Center Jakarta Selatan tersebut dihadiri langsung oleh ratusan para calon jamaah haji khusus Patuna periode 2025-2031.

Direktur Patuna H. Syam Resfiadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kali kesembilan digelar, dimana sebelumnya digelar disejumlah kota lain seperti Bogor, Bandung, Surabaya,  Jogja dan Bali. 

"Alhamdulilah hari ini kami bertepatan juga ramadan Patuna menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi haji khusus Patuna periode 2025-2031 wilayah Jakarta yang mana tercatat di database kami saat ini sekitar 2700 jemaah." Ungkap Syam. 

Syam mengungkapkan bahwa selain bersilaturahmi kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru seputar penyelenggaraan haji kepada para jamaah haji khusus yang sudah terdaftar. 

"Ada sejumlah update terkait pelaksanaan haji salah satunya yakni dari segi biaya haji dimana semenjak pandemi setiap tahun selalu ada peningkatan dampak pandemi dimana tahun 2020-2021 tidak ada pelaksanaan haji sehingga ketika kembali diselenggarakan terjadilah kenaikan harga dampak pemulihan ekonomi di Saudi yang tentunya berpengaruh langsung terhadap tarif pelaksanaan haji global yang ditetapkan pemerintah Saudi, " lanjut Syam. 

Kepada para calon jamaah haji, Syam menjelaskan bahwa greenflation tidak hanya untuk perubahan satu energi berubah menjadi energi baru dimana ada cost-cost yang memang harus disiapkan atau dikeluarkan sehingga akhirnya membebankan harga kepada harga jual energi baru itu termasuk di haji dan umrah juga. 

"Sehingga pada saat lagi diam 2 tahun tiba-tiba bangkit itu perlu biaya tinggi contohnya bayar listrik lagi. Listrik udah gitu naik 20% dari pemerintah Arab Saudi. Mengambil tenaga kerja baru, karena banyak ekspatriat yang di Arab Saudi itu bekerja di industri-industri untuk urusan haji dan umrah. Karena mereka tidak punya tenaga kerja yang cukup banyak. Kalaupun ada tenaga kerja lokal, biasanya kelas-kelasnya tertentu, gak mau kelas-kelas bawah gitu ya. Minimal mereka supervisor atau manager,” papar Syam. 

Selain itu, kenaikan terjadi karena Pemerintah Arab Saudi menetapkan PPN 20 % sehingga menyebabkan harga tinggi. Sehingga akhirnya bebannya ke harga jual mereka. Lanjutnya, pintarnya Mohammad Bin Salman atau Perdana Menteri Arab Saudi mereka tahu yang pergi haji dan umrah itu bukan orang lokal, karena orang lokal nggak akan pakai hotel-hotel itu. Mereka tinggal datang turun dari bis lalu Tawaf dan Sai. 

Secara garis besar, Syam mengatakan kenaikan tarif haji tersebut bahkan hampir mencapai 100 persen tarif haji pra pandemi. Situasi tersebut pun (kenaikan tarif haji) diprediksi masih akan terus terjadi di tahun 2024 ini. 

"Hal ini lah yang kita sosialisasikan agar para jamaah paham bahwa ada kenaika - kenaikan yang luar biasa gejolaknya agar mereka para calon jemaah haji menyiapkan diri mereka adanya situasi-situasi ini, " tambah Syam. 

Sekedar catatan, akibat kenaikan tarif haji yang diterapkan pemerintah Saudi tersebut menyebabkan tahun 2024 ini sebanyak 20 persen jamaah haji reguler dan haji khusus Indonesia mengalami batal tunda bahkan batal total

Dalam kesempatan yang sama, Syam menjelaskan bahwa tahun 2024 ini ada sebanyak 1019 jemaah haji khusus yang terdaftar di Patuna termasuk petugas. 

"Tahun 2024 ini jemaah haji khusus yang terdaftar sebanyak 1019 jemaah, " tutup Syam. 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com