Kontribusi Pomona dan Zeeus Bantu Pengembangan UMKM di Masa New Normal

Kontribusi Pomona dan Zeeus Bantu Pengembangan UMKM di Masa New Normal
Melirik peluang UMKM naik kelas pasca Pandemi Covid-19

JAKARTAINSIGHT.com | Berkontribusi lebih dari 60 persen dari total PDB nasional, peran sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi sektor potensial yang harus dikembangkan. 

Ironisnya, merespon shifting market atau perubahan perilaku pasar dari konvensional ke arah digital, penerapan literasi digital di sektor tersebut masih menunjukan angka yang sangat minim.

Minimnya literasi digital tersebut menjadi anomali ditengah rencana pemerintah mendorong pertumbuhan sektor UMKM itu sendiri.

Merujuk data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dari total sebanyak 56 juta UMKM  9,6% diantaranya sudah mulai beralih ke pasar digital (go-online) maupun omni channel (Online dan Offline).

Kemenperin Buka Akses UMKM Partisipasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Di sisi lain, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki telah memperkirakan, sebanyak 47 persen UMKM akan gulung tikar akibat pelemahan ekonomi terdampak wabah Covid-19.

Kendati demikian sebagian pelaku UMKM justru memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai momentum optimalisasi digital. Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO memprediksi bahwa akan ada penambahan sebanyak 301.115 UMKM yang beralih ke media digital dalam kurun waktu 3 pekan kedepan.

Data tersebut menjadi optimis pemerintah kedepan dalam hal mengembangkan sektor UMKM sebagai penyangga perekonomian nasional.

Hal tersebut pula yang mendasari platform Pomona dan Zeeus mengubah lini bisnis dari yang sebelumnya berfokus pada cashback belanja menjadi platform digital lokapasar dan penjual ulang (reseller) untuk produk –produk UMKM lokal.

Dengan didukung Zeeus, perusahaan distribusi yang telah berjasa mendistribusikan produk dari Unilever dan Sosro, harapannya kemampuan perluasan jaringan Pomona dan Zeeus dapat membantu UMKM untuk kembali berjaya demi pemulihan ekonomi Indonesia.

Tak hanya membantu mengembangkan bisnis dan jaringan para UMKM yang tergabung, platform Pomona juga menawarkan solusi bagi para calon resaller tanpa modal dengan cara memasarkan berbagai produk UMKM yang tergabung bersama Pomona dan Zeeus.

“Kami sangat terinspirasi melihat kegigihan UMKM di Indonesia untuk tetap bertahan di hadapan kondisi yang tidak menentu ini. Mereka dengan sigap bergeser ke media digital, namun kita tidak menutup mata bahwa kini ada ratusan ribu UMKM yang baru berkompetisi di ranah digital dengan keinginan besar untuk berkembang secara finansial," ungkap Benz Budiman (CEO dari Pomona dan Zeeus) dalam webinar bertajuk Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal, Rabu 8/7 kemarin.

Lebih jaug Benz juga menambahkan, bahwa kedepan pihaknya juga akan mengembangkan layanan UMKM ke pasar global (ekspor) serta membuka kerjasama dengan berbagai pihak.

"Itu salah satu rencana kami kedepan dimana kami dapat membantu UMKM lokal memasarkan produk mereka ke mancanegara," tutup Benz.

Dalam kesempatan yang sama, Victor Chua (Managing Partner Vynn Capital) yang juga menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mulai mengkomodir kebutuhan pemodalan bagi sektor UMKM.

Sekedar catatan, Vynn Capital merupakan perusahaan pendanaan di berbagai sektor industri, salah satunya perusahaan start up sewa apartemen, yakni Travelio dan TravelioMart.

Baca juga : Raih Pendanaan USD 18 Juta, Travelio Umumkan Layanan Produk Anyar

 

 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com