Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona, Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Berikut

Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona, Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Berikut

Ilustrasi gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Merujuk update terbaru yang diumumkan pemerintah hari ini, jumlah pasien positif virus corona di tanah air masih terus bertambah. Tercatat hingga hari ini (Jumat 27/3) jumlahnya mencapai 1046 kasus, korban meninggal mencapai 87 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 46 orang.

Menyoal korban meninggal akibat virus asal kota Wuhan tersebut pihak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui surat edaran yang diterbitkan pada Selasa (24/3) kemarin mengeluarkan fatwa terkait kepengurusan jenazah pasien corona. 

Ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Dr H Agung Danarto, M.Ag.berikut bunyi fatwa yang dicatat dalam surat edaran PP Muhammadiyah tersebut ;

  • 1. Perawatan jenazah pasien COVID-19 sejak meninggal dunia sampai dikuburkan dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, misalnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
  • 2. Apabila dipandang darurat dan mendesak, jenazah dapat dimakamkan tanpa dimandikan dan dikafani, dalam rangka menghindarkan tenaga penyelenggara jenazah dari paparan COVID-19 dengan pertimbangan asas-asas hukum syariah bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sejauh yang mampu dilakukannya, apa yang diperintahkan Nabi SAW dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, tidak ada kemudaratan dan pemudaratan, kemudaratan harus dihilangkan, kesulitan memberikan kemudahan, keadaan mendesak dipersamakan dengan keadaan darurat, dan kemudaratan dibatasi sesuai dengan kadarnya, dan mencegah mudarat lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat. Kewajiban memandikan dan mengkafani jenazah adalah hukum kondisi normal, sedangkan dalam kondisi tidak normal dapat diberlakukan hukum darurat.
  • 3. Penyelenggaraan salat jenazah dapat diganti dengan sholat gaib di rumah masing- masing. Adapun kegiatan takziah dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan hal-hal yang terkait penanggulangan COVID-19 atau dilakukan secara daring.
  • 4. Dianjurkan banyak istigfar, bertaubat, berdoa kepada Allah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berselawat atas Nabi, dan qunut nazilah secara individu serta dengan keyakinan dan berbaik sangka akan ketetapan Allah. Semoga COVID-19 segera diangkat oleh Allah SWT.
  • 5. Menggalakkan sikap berbuat baik dan saling menolong di antara warga masyarakat. Terutama kepada kelompok rentan, misalnya berbagi masker, hand sanitizer, atau mencukupi kebutuhan pokok dari keluarga yang terdampak secara langsung dan tidak melakukan panic buying (pembelian barang karena panik atau penimbunan barang berdasarkan rasa takut).

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com