BKPM Luncurkan Command Center untuk Pantau Investasi di Tengah Corona

BKPM Luncurkan Command Center untuk Pantau Investasi di Tengah Corona

Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Senin (23/3/2020).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan hal ini dibangun untuk mempermudah pusat memantau izin investasi mana saja yang sudah, sedang dan belum diproses secara mudah.

Adapun, command center ini dilengkapi dengan monitor untuk menyajikan data perkembangan investasi secara real time di seluruh Indonesia.

"Jadi sekalipun kami offline, proses kerja BKPM jalan terus, kemudian izin usaha juga keluar. Seperti ini nih, di layar, ada 105 (izin usaha)," kata Bahlil dalam peluncuran Command Center BKPM via siaran langsung, Senin (23/3/2020).

Dirinya memperlihatkan contoh pantauan real time izin usaha sebelum dan sesudah masuknya virus Corona. Sebelum Corona datang, izin usaha paling banyak datang dari sektor perdagangan, yang berada di peringkat 2.

Setelah Corona mewabah, izin usaha di sektor kesehatan naik menggantikan posisi izin sektor perdagangan.

Bahlil menyatakan, ini pertama kalinya BKPM menata perkembangan izin usaha dan investasi secara real time dan termonitor. Dirinya juga memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan izin usaha agar melimpahkan hal tersebut ke BKPM.

 

"Dengan pelimpahan tugas ini, BKPM berbenah diri untuk memberikan kecepatan, kepastian dan efisiensi bagi para pelaku izin. Dengan sistem sekarang bisa dideteksi mandegnya di kementerian mana," lanjut Bahlil.

Bahlil menegaskan, di tengah kondisi ekonomi yang terpapar dampak Corona saat ini, investasi justru harua ditingkatkan. Dirinya memerintahkan kepada tim BKPM untuk tidak menunda-nunda izin usaha agar investasi berjalan dengan lancar.

"Kami memerintahkan kepada tim BKPM, bila ada pengusaha harus dipercepat, kalau bisa segera dipercepat," ujarnya.

Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan investasi yang masuk ke Indonesia merosot akibat penyebaran virus corona dari Wuhan, China. Alasannya, China merupakan negara terbesar kedua yang berinvestasi di Indonesia.

Menanggulangi ini, BKPM melakukan ekspansi investasi ke berbagai negara. Misalnya ke Singapura, Jepang, Korea hingga beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

"Korea kan tidak semuanya kena, dan lagi bagus (investasinya)," kata Bahlil di Kantor BKPM, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).

Bahlil mengklaim, saat ini pihaknya sudah mendapatkan investasi dari sebuah negara di Asia. Nilai investasinya mencapai USD 3 miliar sampai USD 4 miliar.

Investasi tersebut nantinya akan membuat smelter hingga tingkat stainless steel. Namun dia masih enggan membeberkan nama perusahaan dan asal negaranya.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Yuk Intip Harga Emas Antam 24 Karat Hari Ini!
Sabtu, 07 Maret 2020 18:23:30

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });