Akhirnya Presiden Prancis Lakukan Lockdown

Akhirnya Presiden Prancis Lakukan Lockdown

Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Eropa telah menjadi pusat pandemi global wabah virus corona.

Italia menjadi negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang paling tinggi, diikuti dengan Spanyol di urutan kedua.

Prancis yang merupakan tetangga dekat kedua negara tersebut ikut melakukan berbagai upaya meredam sebaran virus asal Wuhan, Cina itu. Belum lama ini negara itu membatasi kegiatan luar ruang dengan menutup sejumlah tempat hiburan dan mengimbau warganya untuk berada di rumah.

Kini Prancis akan memberlakukan lockdown demi mencegah penyebaran Corona. Lockdown akan berlaku selama 15 hari.

Dilansir France24, Selasa (17/3/2020), masyarakat diharapkan tetap tinggal di rumah. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan masyarakat hanya akan diizinkan keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok dan bekerja.

Macron mengatakan pemerintah memutuskan untuk melakukan pembatasan ini karena masyarakat belum mematuhi langkah-langkah dan anjuran kesehatan masyarakat sebelumnya. Dia mengatakan "kita sedang berperang".

Macron menambahkan bahwa setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi. Namun dia tak menguraikan detailnya.

Sebelumnya, Macron mengadakan rapat pertemuan dengan perdana menteri, penasihat militer, badan koordinasi intelijen, kementerian kesehatan, dan kementerian dalam dan luar negeri mengenai krisis kesehatan yang sedang terjadi.

Pada Senin, Direktur Jenderal Kesehatan Prancis, Jerome Salomon mengatakan bahwa penyebaran virus Corona sangat mengkhawatirkan dan memburuk sangat cepat.

"Jumlah kasus berlipat ganda setiap tiga hari," kata Salomon.

"Saya ingin warga negara menyadari bahwa ada orang yang sakit, yang dirawat intensif dan jumlahnya mencapai ratusan," katanya.

Ada 36 kasus kematian dan lebih dari 900 kasus dalam 24 jam. Lebih dari 400 orang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.

"Ada kekhawatiran nyata bahwa kecepatan wabah dapat menjenuhkan rumah sakit dan ini adalah sesuatu yang kami benar-benar ingin hindari," kata Salomon.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Turki Balas Serangan, 6 Tentara Suriah Tewas
Selasa, 04 Februari 2020 01:12:31

4 Tentara Turki Tewas Atas Serangan Militer Suriah
Senin, 03 Februari 2020 20:33:58

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });