Kedok Perumahan Syariah di Bogor, Ratusan Warga Tertipu Hingga Rp12 Miliar

Kedok Perumahan Syariah di Bogor, Ratusan Warga Tertipu Hingga Rp12 Miliar

Ilustrasi: Istimewa

 

JAKARTAINSIGHT.com | Pemakaian istilah-istilah keagamaan untuk berbagai maksud, tujuan dan kepentingan rupanya masih menjadi daya tarik nomor wahid di negeri ini.

Sayangnya istilah yang harusnya membawa nilai-nilai penting religius kerap dimanfaatkan dan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi demi mengambil keuntungan duniawi. Seperti yang terjadi pada kasus penjualan rumah berkedok syariah.

Ratusan kepala keluarga (KK) tertipu dengan perumahaan fiktif berkedok syariah tanpa riba, di Kampung Jampang, RT 04/05, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Bogor. Tak tanggung-tanggung, kerugian 130 KK yang sudah tertipu itu ditaksir capai Rp 12 miliar.

Pada Kamis (5/3/2020), beberapa korban mendatangi lokasi. Taufik, warga Gunung Batu, Kota Bogor, salah satu korban menjelaskan, dirinya tertarik dengan tawaran perumahan tersebut karena menggunakan sistem syariah.

Dia menuturkan, pada 2016 silam, pelaku sudah pernah menunjukkan lokasi lahan yang bakal dijadikan perumahan, ditambah lagi janji pemberian fasilitas lain membuat dirinya makin tergiur.

Namun, selang dua tahun, progres yang dijanjikan oleh developer tidak kunjung ada hasilnya. Lahan yang bakal dibangun pun masih milik warga dan belum dijual oleh PT Alfatih Bangun Indonesia (ABI), sebagai developer yang berkantor di Cibinong.

Hingga kini, para korban harus menahan pil pahit karena uang selama pembayaran dibawa kabur.

Kalau ditotal dari 130 KK yang menjadi korban, katanya, pelaku bisa meraup uang sebanyak kurang lebih Rp 12 miliar.

"Saya saja ngambil satu kavling seharga Rp 275 juta, tetapi uang baru masuk Rp 81 juta,” katanya.

Taufik mengatakan, pihaknya bersama korban lain, yang notabennya warga Jakarta sudah melaporkan ke Polres Jaksel, agar segera diproses dengan harapan uang kembali. Sayangnya, laporan tersebut hingga kini masih mandek.

“Progres laporan setelah dua tahun berjalan mandeg, tidak ada perkembangan karena terlalu lama, mudah-mudahan sekarang bisa cepat dan uang kami bisa balik lagi,” tegasnya.

Nasib nahas juga dialami Argo Rini Dewi. Jika Taufik baru membayar separuhnya, Argo justru sudah melunasi semua pembayaran untuk dua unit rumahnya.

 

 

Sumber: JPNN

 

 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com