Aliansi Kebangsaan Bersama YSNB dan FKPPI Luncurkan Buku KETAHANAN NASIONAL dengan PARADIGMA PANCASILA

Aliansi Kebangsaan Bersama YSNB dan FKPPI Luncurkan Buku KETAHANAN NASIONAL dengan PARADIGMA PANCASILA

Pontjo Sutowo selaku Kerua Aliansi Kebangsaan dan Pembina YSNB dalam peluncuran buku di The Sultan Residence, Jakarta.

 

JAKARTAINSIGHT.com | Ketahanan nasional bangsa Indonesia dalam perjalanan saat ini dimaknai telah jauh berbeda dengan Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang dihadapi saat ini.

"Ancaman hari ini sudah jauh berbeda dengan 75 tahun lalu. Kalau dulu konfliknya militer, sekarang bukan militer lagi," jelas Pontjo Sutowo selaku Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, yang juga Ketua Aliansi Kebangsaan. 

Dalam jumpa pers dengan awak media di The Sultan Residence, Rabu (04/03/2020), Pontjo juga menambahkan, meskipun sudah berubah tapi persepsi masyarakat dan sebagian pemimpin kita saat ini masih seperti dulu. 

"Kita ini sepertinya tetap mempersiapkan diri untuk perang yang sudah lewat," ujar Pontjo.

Menurut Pontjo, bentuk ATHG yang dilancarkan lawan saat ini sangatlah sulit dideteksi, karena menggunakan kombinasi teknik perang militer dan non-militer. "Perang sekarang telah beralih ke ranah sosial-ekonomi dan  sosio-budaya, termasuk memengaruhi pola-pikir (mindset) bangsa lain," tambahnya.

Untuk tidak mengulangi berbagai kajian tentang Ketahanan Nasional yang sudah dilakukan berbagai kalangan selama ini, maka YSNB, FKPPI, dan Aliansi Kebangsaan melalui berbagai diskusi yang diadakan, mengkaji lebih dalam tentang ketahanan nasional melalui pendekatan  budaya dan peradaban bangsa,  dengan melihat dari berbagai perspektif dan sudut pandang.

Pertemuan dengan wartawan kemarin dimaksudkan untuk memperkenalkan buku "Menggalang Ketahanan Nasional dengan Paradigma Pancasila," yang berisi hasil Diskusi Panel Serial (DPS) selama 18 bulan oleh YSNB, Aliansi Kebangsaan serta FKPPI, yang berlangsung sejak 8 April 2017 hingga 3 November 2018.

Buku setebal 266 halaman tersebut akan dibedah lebih lanjut sesuai masing perspektif, dimulai pada hari Sabtu, 7 Maret 2020, bertempat di The Sultan Redidence, Jakarta. "Masyarakat perlu tau secara luas apa yang menjadi ancaman kita sekarang, dan mari kita hadapi bersama-sama dengan membangun ketahanan nasional kita," kata Nurrachman, mantan duta besar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Prof. Laode Kamaludin dan Nurrachman, salah satu peserta aktif diskusi, yang pada rangkaian DPS sebelumnya bertindak sebagai moderator.

 

Tiga Ranah Ketahanan Nasional

Menurut Pontjo Sutowo, dalam aktualisasi ketahanan nasional menghadapi bentuk ancaman baru dewasa ini, maka Aliansi Kebangsaan dan YSNB bekerjasama dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Asosiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), kini juga tengah melakukan Diskusi Serial menyangkut tiga ranah pembangunan nasional, yakni ranah mental-spiritual, ranah institusional sosial-politik, dan ranah material teknologikal.

Pengembangan ranah mental-spiritual diarahkan untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berkepribadian, dengan nilai utamanya berlandaskan sila pertama, kedua, dan ketiga dari Pancasila. Pengembangan ranah institusional-politik diarahkan untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, dengan nilai utamanya berdasarkan sila keempat. Sedangkan pengembangan ranah material-teknologikal diarahkan untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berkesejahteraan umum, dengan nilai utamanya berlandaskan sila kelima. 

Dengan demikian, ketahanan nasional  menurut visi Pancasila adalah fungsi dari ketahanan mental-spiritual, ditambah fungsi institusional-politikal, serta fungsi material teknologikal. Dengan demikian Pancasila bisa dijadikan tolok ukur paradigma untuk mengembangkan dan menguji sistem ketahanan nasional kita. "Pancasila sebagai gatra ideologi tidak ditempatkan sejajar dengan gatra politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan keamanan, melainkan berdiri di atas gatra-gatra lainya," ujar Nurrachman menegaskan.

?

 

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Kemenhub Tegaskan Tidak Ada Mudik Gratis!
Senin, 23 Maret 2020 13:11:33

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });