Nayz Bubur Bayi Organik Pastikan Kecukupan Gizi Si Kecil

Nayz Bubur Bayi Organik Pastikan Kecukupan Gizi Si Kecil

Lutfiel Hakim, Founder & CEO Nayz (kanan)

JAKARTAINSIGHT.com | Memberi asupan untuk si buah hati tentu lah bukan perkara mudah, banyak hal yang harus dicermati dan juga dipertimbangkan, terutama pada anak usia 6-12 bulan.

Karena, di usia tersebut fungsi pencernaan dan metabolisme si kecil belum sepenuhnya optimal. Belum lagi bicara soal kecukupan gizi. Banyak berkonsultasi salah satu cara orangtua mengatasi kebingungan dalam menentukan asupan mana yang tepat.

Anak usia enam bulan begitu butuh perhatian soal asupan, karena pada saat itu lah bayi mulai membutuhkan makanan tambahan selain air susu ibu (ASI) guna mencukupi kebutuhan gizinya untuk tumbuh kembang.

Hadir untuk membantu para orangtua dalam memberikan asupan gizi yang cukup dan baik, PT Hassana Boga Sejahtera meluncurkan produk terbarunya di jenis makanan pendamping ASI atau MPASI dengan merk Nayz.

Bentuk MPASI yang Nayz luncurkan adalah bubur bayi dengan konsep produk homemade atau rumahan non instan yang material produknya dari bahan organik bebas pestisida.

Semua material ini mengantongi sertifikat organik yang terakreditasi secara nasional dan didapatkan dari tangan-tangan tulus petani Indonesia, ditanam di jantung pegunungan subur dan dialiri dengan mata air pegunungan murni.

Lutfiel Hakim, Founder & CEO PT. Hassana Boga Sejahtera (Nayz), menjelaskan bahwa pihaknya menamakan fase ini dengan MPASI bubur bayi 3.0.

Istilah ini mengacu kepada tahapan yang telah Nayz bangun selama bertahun  tahun. Hingga akhirnya sukses meluncurkan produk bubur dengan kategori MPASI.

"Fase itu dimulai sejak 2009 atau fase 1.0. Fase di mana Nayz mulai bergerilya memperkenalkan cara memasak MPASI bubur bayi di rumah. Lalu dilanjutkan dengan 2.0 pada tahun 2013, di mana Nayz menyediakan bahan berupa bubur organik untuk diolah kembali menjadi MPASI," tutur Lutfiel, saat peluncuran Nayz Bubur Bayi di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Kemudian, lanjutnya, fase 3.0 adalah saat ini. Nayz menyediakan bahan lengkap yang sudah berupa bahan MPASI organik dan homemade untuk dimasak menjadi bubur bayi.

Menjadi keunggulan dari bubur bayi lainnya, kata Lutfiel, Bahan dasar Nayz MPASI adalah beras asli yang utuh dengan diperkaya campuran sayuran hijau seperti brokoli, wortel, buncis dan lainnnya sebagai protein nabati dan ikan sebagai protein hewani. Ini adalah MPASI pokok.

Dia juga mengklaim bahwa Nayz adalah produk bubur bayi organik pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan diilhami inovasi dari produk pertanian dalam negeri, seperti beras putih dan merah, sayuran hijau, ikan serta daging.

"Nayz ingin memberikan pesan penting, betapa kayanya alam Indonesia. Bahan-bahan yang ada di Nayz merupakan 100 persen adalah bahan alami yang bukan saja sehat, tetapi adalah pangan murni masih berbentuk aslinya," ucap Lutfiel.

Dikatakan pula, Nayz memastikan produk MPASI nya terjamin halal dan memiliki kandungan gizi yang sesuai untuk bayi, serta memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });