Libatkan 50 Survivor Kanker Anak, YOAI Gaungkan Kampanye 'Save Our Children and the Environment'

Libatkan 50 Survivor Kanker Anak, YOAI Gaungkan Kampanye 'Save Our Children and the Environment'

Peringati Hari Kanker Anak Internasional Yayasan Onkologi Anak Indonesia gelar funwalk dan gaungkan kampanye 'Save Our Children and the Environment', Car Free Day Sudirman, Minggu 16 Februari 2020. | (Foto : Addo-Jakartainisght.com).

JAKARTAINSIGHT.com | Peringatan Hari Kanker Anak Internasional tahun ini (2020), Yayasan Onkologi Anak Indonesia bekerjasama dengan Pusat Kanker Nasional dan Rumah Sakit Kanker Dharmais menginisiasi kegiatan funwalk sekaligus kampanye bertajuk 'Save Our Children and the Environment' yang digelar di kawasan CFD (Car Free Day) Senayan, Sudirman - Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 450 peserta yang terdiri dari para dokter, relawan serta para orang tua survivor kanker anak. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh kalangan masyarakat luas menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta mengedukasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan melawan kanker.

Ditemui disela-sela kegiatan yang melibatkan sebanyak 50 survivor kanker anak yang tergabung di CBC (Cancer Buster Community) sebagai anggota kepanitiaan tersebut, Rahmi Adi Putra Tahir selaku Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) mengungkapkan, "Kegiatan funwalk dan campaign 'Save Our Children and the Environment' ini kami ingin meningkatkan kesadaran tentang Kanker pada anak, serta untuk memberi dukungan kepada para pasien, survivors, dan orang tua."

“Dengan adanya kampanye ini juga  sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik, serta ditambah dengan gaya hidup sehat yang merupakan pencegahan kanker yang tepat,” ungkap Rahmi.

Disinggunng terkait latar belakang lahirnya YOAI, lebih jauh Rahmi meengungkapkan bahwa YOAI yang berdiri sejak 24 Mei 1993 tersebut dibangun sebagai ungkapan rasa syukur para orang tua yang anaknya terkena kanker, dan berhasil disembuhkan, salah satunya dirinya sendiri dimana sang anak didiagnosa terkena Leukimia dan berhasil disembuhkan.

"Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kanker anak di Indonesia, saat ini kami (YOAI) memiliki 6 program, diantaranya ; bantuan pengobatan, cancer camp, konseling, menghadirkan pusat sarana kanker anak Indonesia, menyebarluaskan informasi serta hubungan internasional dimana YOAI terdaftar sebagai 1 dari 167 organisasi kanker yang tersebar di 90 negara di dunia," sambung Ratmi. 

Berdasarkan data dari Childhood Cancer International (CCI), lebih dari 300.000 anak usia dibawah 18 tahun terdiagnosa kanker setiap tahunnya, dan 80% diantaranya tinggal di negara miskin dan berkembang termasuk Indonesia, dimana tingkat kelangsungan hidup mereka sangat rendah, yakni 20%. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, WHO menargetkan angka kelangsungan hidup tersebut bertumbuh 200% atau menjadi 60% di satu dekade mendatang (2030).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Prof. Djajadiman Gatot selaku dewan pembina YOAI menambahkan, penderita kanker anak angkanya terus bertambah namun seiring bertambahnya ilmu pengetahuan sehingga kanker bisa didiagnosa sejak dini dan tingkat kesembuhannya lebih tinggi.

"Untuk itu kami di YOAI menghimbau kepada masyarakat untuk mengenali gejala-gejala kanker pada anak dan sedini mungkin memeriksakannya agar penanganannya pun tidak terlambat dan optimal," ungkap Prof. Djajadiman.

 

 

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });