Maju Pencalonan Ketua Umum, Satria Efendi Optimis Bangun PMII Era Milenial

Maju Pencalonan Ketua Umum, Satria Efendi Optimis Bangun PMII Era Milenial

Satria Efendi Tuanku Kuniang (kedua dari kiri) resmi daftar calon ketua umum PB PMII (dokpri)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang sejatinya akan menggelar Kongres ke-XX pada 13-16 April mendatang telah mencatat lima kandidat yang mendaftar untuk ikut bursa pemilihan ketua umum.

Adapun lima kontestan yang diterima Ketua Badan Pekerja Kongres (BPK) PMII ke-XX Rachmatul Fitrah antara lain, Rafsan (Ciputat), Abdullah Sukri (Malang), Kaharudin (Jambi) Daud Gerung (Jakarta) Satria Efendi (Sumatra Barat).

Dari lima nama tersebut ada satu nama yang menarik perhatian, adalah Satria Efendi Tuanku Kuniang. Pasalnya, menurut Rachmatul Fitrah, hanya Satria satu-satunya kandidat yang bergelar doktor untuk ikut kontestasi pemilihan ketua umum PMII.

Sementara, Satria sendiri mengungkapkan keikutsertaannya sebagai kandidat Ketua Umum PB PMII, yakni untuk kembali menjemput sejarah. Orang Minang dulunya banyak menjadi tokoh pemikir dan pendiri bangsa.

"Hari ini kita harus bangkit lagi. Dalam bahasa Minang dikenal dengan mambangkik batang tarandam (membangkit batang terendam). Ketua Umum PB PMII pertama kali dijabat Mahbub Junaidi, tokoh pers nasional,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Dia juga menyatakan kesiapaannya dalam memperebutkan pucuk pimpinan tertinggi di PMII secara profesional pada kongres ke-XX yang direncanakan diselenggarakan di Balikpapan.

"Kesiapan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah alumni PB PMII, kader di daerah dan tokoh lainnya,” ujar Satria.

Untuk diketahui, Satria Efendi Tuanku Kuniang merupakan kader PMII dari Kota Pariaman Sumatera Barat. Ia menyelesaikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin Pariaman tahun 2013.

Setelahnya, Satria mengambil gelar S2 di UIN imam Bonjol Padang tahun 2016. Pada tahun itu juga ia melanjutkan S3 di Universitas Borobudur Jakarta.

"Tahun 2008 sampai 2016  mondok di Pesantren Madrasyah Miftahul Isitqamah Surau Cubadak Sungai Asam Padang Pariaman, dan dianugerahkan gelar tuanku kuniang, yakni gelar akademik di pesantren klasik Minangkabau,” imbuhnya.

Selama di PMII pernah diamanahakan jadi Pengurus Komisariat PMII STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, 2013 Ketua Umum PMII Cabang Kota Pariaman. Selanjutnya pengurus PKC PMII Sumbar. Kini di Pengurus Besar PMII pada bidang kaderisasi.

“Saat ini dukungan dari sejumlah pengurus cabang (PC) dan koordinator pengurus cabang (PKC) sudah banyak diperoleh. Kita optimis bisa meraih kemenangan dengan kebersamaan untuk membangun PMII di era milenial ini,” pungkasnya.

 

 

Editor:Ganest
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com