Sumbang Angka Kematian Tertinggi di Indonesia, Kenali Tatalaksana Stroke yang Tepat dan Akurat

Sumbang Angka Kematian Tertinggi di Indonesia, Kenali Tatalaksana Stroke yang Tepat dan Akurat

Ilustrasi gambar (istimewa)

"Populasi orang Indonesia di tahun 2017 berjumlah 258,1 juta jiwa. Sebanyak 29,2 persen dari total kematian di tahun 2017 disebabkan oleh stroke. Dan di tahun 2015 berdasarkan Sample Registration Survei 2014 yang dilakukan Balitbangkes (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) mengungkapkan stroke sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia."

 

JAKARTAINSIGHT.com |Stroke sendiri adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, robek, atau bocor yang disebabkan oleh sejumlah faktor. Secara garis besar, stroke terbagi menjadi dua bagian, yakni stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darh ke otak) dan stroke Hemoragik (pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak).

Sebagai rumah sakit yang memiliki layanan unggulan penanganan stroke, Siloam Hospitals Bekasi Timur, Kamis 13 Februari 2020 menggelar kegiatan Media Gathering yang mengangkat tema 'Tatalaksana Stroke yang Tepat dan Akurat' yang menghadirkan dua orang narasumber (neurolog), diantaranya dr. Rezy Sasareza., Sp.N. dan dr. Alvin Abrar Harahap M.Ked, Sp. BS.

Terkait stroke Iskemik, dalam pemaparannya dr. Rezy Sasareza mengungkapkan bahwa stroke iskemik terjadi ketika;

1. Aliran darah ke bagian otak terganggu

2. Kurangnya pasokan darah berarti bahwa tidak cukup oksigen atau nutrisi mencapai otak dan sel-sel otak menjadi rusak atau hancur secara permanen

3.  Bergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh, gejala yang berbeda dapat terjadi

4 Jika tidak ditangani tepat waktu, stroke dapat memiliki konsekuensi emosional, fisik, atau bahkan fatal.

"Kita Perlu menyadari bahwa Stroke adalah Keadaan Darurat yang butuh Tindakan Cepat. Apabila Pasien yang terserang Stroke bisa mendapatkan bantuan Medis dalam Golden Period untuk mengevaluasi dan mengobati stroke akut, maka diharapkan Pasien akan punya harapan pulih yang lebih tinggi," ungkap dr. Rezy.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena stroke menurut dr. Rezy dapat diketahui dari sejumlah indikasi, diantaranya ; Sakit kepala parah dan timbul tiba-tiba, pusing (sakit kepala yang sangat) ketidaksadaran, gangguan penglihatan atau kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata, kesulitan berbicara, membentuk kata-kata, kebingungan dan / atau masalah memahami apa yang dikatakan, mengulai mulut di satu sisi, kelemahan atau kehilangan gerakan dan / atau sensasi pada satu anggota tubuh atau lebih.

"Apabila Pasien yang terserang Stroke bisa mendapatkan bantuan Medis dalam Golden Period untuk mengevaluasi dan mengobati stroke akut, maka diharapkan Pasien akan punya harapan pulih yang lebih tinggi. Berbicara mengenai Pemulihan Pasien, salah satu terapi yang bisa membatu menyelamatkan Pasien dari serangan Stroke adalah Terapi Trombolitik," sambung dr. Rezy.

Lebih lanjut dr. Rezy menuturkan, deteksi awal seseorang terkena stroke dapat diketahui melalui metode FAST ;

  • FACE (Wajah) – Wajah bisa mengalami lumpuh sebelah, dapat diamati dan terlihat ketika tersenyum sudut bibir hanya mengangkat sebelah atau mata terlihat terkulai. Bedakan ini dengan lumpuh wajah sebelah.
  • ARMS (Lengan) – Seseorang yang mengidap stroke dicurigai ketika tidak mampu mengangkat salah satu atau kedua lengannya karena lemah, disamping itu lengan juga bisa mengalami hilang rasa, bisa juga mengalami kesemutan.
  • SPEECH (Bicara) – Bicara cadel atau pelo, bahkan tidak dapat berbicara sama sekali meski terlihat sadar.
  • TIME (Waktu) - Sangat penting untuk kamu selalu ingat tanda-tanda stroke di atas, terlebih lagi apabila saat ini kamu hidup bersama atau sedang merawat seseorang yang berisiko tinggi, jika kamu melihat 3 gejala tersebut, bawalah pengidap stroke tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Terapi trombolitik adalah satu-satunya pengobatan darurat untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang memberi makan jantung dan otak, yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke iskemik.

Sementara itu terkait stroke Hemoragik, dr. Alvin Abrar Harahap dalam paparannya menyampaikan bahwa stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan dalam ruang subaraknoid diantara piamater dan araknoidmater.

Stroke berdasarkan WHO adalah gangguan peredaran darah otak yang bersifat fokal atau global, yang berlangsung cepat, lebih dari 24 jam, dan dapat menyebabkan kematian disebabkan gangguan vaskular.

Gejala -gejalan stroke Hemoragik diantaranya ;

1. 50% perdarahan

2.70% kejang 

3.15% migran dan tidak respon dengan pemberian terapi

4. Defisit neurologik 

5. Gangguan perilaku dan psikiatri.

"Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah lemah, kelumpuhan pada satu sisi tubuh, gangguan berbicara, mata tidak dapat digerakkan menuju arah tertentu, gangguan penglihatan," ungkap dr. Alvin.

Terkait penanganan pada stroke Hemoragik, dr. Alvin menambahkan, terapi yang diberikam tergantung jenis/penyebab stroke. "Pengobatan stroke hemoragik dilakukan berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, serta lokasi di mana perdarahan tersebut terjadi," sebut dr. Alvin.

Seorang pasien dapat didiagnosis mengalami stroke hemoragik berdasarkan gejala, yang ditunjang dengan pemeriksaan. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah dengan melakukan CT Scan atau MRI untuk mengetahui seberapa besar kerusakan jaringan pada otak, serta angiografi otak untuk mengetahui perkembangan perdarahan yang terjadi atau melalui pemeriksaan cairan serebrospinal dengan mengambil cairan dari area otak dan tulang belakang. Pemeriksaan ini hanya dilakukan jika hasil CT scan atau MRI masih tidak memadai.

Terkait langkah pencegahan atau prevention, menurut dr. Alvin dapat dilakukan dengan berhenti merokok,diet sehat, kontrol kadar kolesterol,  meningkatkan aktivitas fisik (olah raga), kontrol tekanan darah, hindari alkohol, kontrol kadar gula darah, konsumsi obat-obatan yang sesuai untuk mengontrol penyakit yang menjadi faktor resiko.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Ervina, MM, MMRS, selaku Direktur Rumah Sakit Siloam Hospitals Bekasi Timur menambahkan, bahwa Siloam Hospitals memiliki layanan unggulan penanganan stroke yang juga sudah bekerjasama dengan hampir semua Privat Insurance dan Government Insurance.

Siloam Bekasi Timur juga mempunyai Team Emergency dan ambulance service yang memberikan respond dengan cepat sesuai dengan standart Ambulance Siloam (free pick-up) dan tenaga medis berpengalaman. Selain itu pihaknya juga memiliki program anyar yakni 'Siloam Bekasi Timur at Home' yang mencakup layanan pemeriksaan dokter, cek laboratorium, Wound care (perawatan luka & colostomi), injeksi vitamin, pemasangan NGT, ganti kateter, Nebulizer , dll, dimana layanan tersebut sangat membantu pasien yang tidak sempat atau tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });