Tantangan Pencegahan Virus Penyakit , dr.Kristoforus Singgung Golongan Anti Vaksin

Tantangan Pencegahan Virus Penyakit ,  dr.Kristoforus Singgung Golongan Anti Vaksin

Ilustrasi gambar : Golongan anti vaksin (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Fokus terhadap langkah pencegahan penyebaran penyakit khususnya yang diakibatkan oleh virus  Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (BSI) Minggu (2/2) kemarin menggelar seminar bertajuk ‘Vaccine Updates 2020’ membahas seputar isu terkait peran sekaligus  tantangan vaksinasi di tanah air.

Ditemui disela kegiatan seminar tersebut, dr. Kristoforus Hendra Djaya pakar vaksinasi yang juga merupakan CEO inHarmony Clinic menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan event rutin yang diselenggarakan inHarmony Clinic yang mana kali ini melalui yayasan BSI.

“Seminar ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan inHarmony Clinic yang mana mulai sekarang kami alihkan melalui yayasan non profit (sosial) Bantu Sehatkan Indonesia ini,” ungkap pria yang akrab disapa dr. Kristo tersebut.

Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia sendiri merupakan lembaga nirlaba atau non profit yang lahir sejak September 2019 yang mana misinya  berfokus pada edukasi kepada masyarakat dan petugas media mengenai pencegahan penyakit, khususnya yang diakibatkan oleh penyebaran virus yang berbahaya melalui vaksinasi.

Dalam kesempatan tersebut dokter spesialis penyakit dalam (internis) tersebut juga mengungkapkan bahwa kendati terbukti efektif mencegah penyakit, perkembangan vaksinasi di dunia, khususnya di Indonesia masih diperhadapkan dengan ejumlah tantangan, salah satunya minimnya edukasi serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya langkah pencegahan penyakit.

Selain minimnya kesadaran masyarakat, hal tersebut juga dipengaruhi oleh isu yang berkembang oleh golongan vaccine hesitancy atau mereka yang menunda, ragu-ragu dan bahkan yang menolak vaksinasi meski vaksin tersebut tersedia bahkan disediakan pihak pemerintah yang mana sebagian diantaranya termasuk golongan anti vaksin.

“Tantangan pencegahan penyakit melalui vaksinasi di dunia saat ini salah satunya yakni adanya isu yang berkembang oleh golongan vaccine hesitancy yang mana sebagian diantaranya mengkotakan diri sebagai golongan anti vaksin,” ujarnya.

“Kenyataannya sebenarnya berbeda, yang disebut anti vaksin sendiri sebenarnya mereka yang ragu terhadap vaksin-vaksin tertentu namun antipati terhadap seluruh vaksin yang ada yang mana keraguan tersebut kemudian digunakan untuk mempengaruhi orang lain sehingga vaccine hesitancy menjadi bertambah banyak.Ironisnya lagi, dengan kemudahan akses media sosial, isu ini berkembang lebih cepat dan semakin besar.”

“Untuk itu melalui yayasan BSI ini kami mengajak seluruh kalangan yang peduli terhadap vaksinasi atau imunisasi untuk bersama-sama membangun awareness atau kesadaran terhadap pentingnya vaskinasi itu sendiri,” kata Kristo.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com