DPD RI Tanggapi Roadmap Erick Thohir Soal Penataan BUMN

DPD RI Tanggapi Roadmap Erick Thohir Soal Penataan BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Pimpinan DPD RI

JAKARTAINSIGHT.com | Langkah yang diambil oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam melakukan pembenahan di lingkup kementeriannya sejak awal dilantik nampaknya mendapat dukungan banyak pihak, termasuk juga dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Hal itu ditegaskan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang mengatakan mendukung roadmap yang disusun Menteri BUMN Erick Thohir untuk menata wajah BUMN di Indonesia ke depan.

Pernyataan demikian dikatakan LaNyalla usai mengadakan coffee morning dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Fairmont Senayan, Kamis (16/1/2020) kemarin.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin. Sementara dari DPD RI tampak Wakil Ketua III Sultan Bakhtiar Najamuddin, Ketua Komite II Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Komite II Bustami Zainudin serta Sekjen DPD Reydonnyzar Moenek dan Staf Khusus Ketua DPD Sefdin Syaifudin Alamsyah.  

Adapun dalam kesempatan tersebut Erick mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Ketua DPD RI dalam pengantar pertemuan arahnya sudah sama dengan apa yang menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo. Dimana intinya adalah BUMN tidak mematikan pengusaha swasta.

“Presiden menugaskan kami untuk menciptakan ekosistem yang baik antara BUMN, Swasta, BUMD dan BUMDes. Itu yang sedang kami susun dan jalankan sekarang. Termasuk penggunaan key performance indicator dalam penataan ini,” tukasnya.

Ia juga menyatakan Menteri BUMN memiliki kewenangan untuk menutup atau memerger perusahaan plat merah yang ada.

“Ini salah satu bagian dari cara untuk mengembalikan BUMN kepada core bisnisnya. Kita konsolidasikan atau kita tutup. Intinya harus back to core business,” tandasnya.

Sebab, lanjut mantan pemilik klub sepakbola Intermilan itu, dari Rp 210 trilyun keuntungan BUMN, disumbang oleh tidak lebih dari 10 BUMN saja.

“Jadi lebih baik fokus kepada BUMN yang besar-besar saja, daripada ke yang kecil-kecil, yang malah bersaing dengan UKM dan swasta menengah,” ungkapnya seraya memberi contoh program re-orientasi beberapa BUMN, sehingga tidak malah menjadi kompetitor swasta atau UKM.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com