Tak Hanya Cetak Pengusaha Muda, Program DTS di 2020 di Klaim Bakal Tekan Angka Pengangguran

Tak Hanya Cetak Pengusaha Muda, Program DTS di 2020 di Klaim Bakal Tekan Angka Pengangguran

Ilustrasi gambar (istimewa)

 “Saat ini kita sedang memasuki era industri 4.0, di mana dunia telah bermigrasi dan bertansformasi dari dunia fisik ke dunia digital. Maka kita harus mengambil langkah tepat untuk melanjutkan migrasi menuju bangsa digital tersebut.”

(Menkominfo, Johnny G. Plate)

 

JAKARTAINISGHT.com | Menyasar para lulusan sekolah menengah dan universitas,  Tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Program Digital Talent Scholarship (DTS). Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi bidang teknologi informasi dan komunikasi itu, diharapkan menjadi bagian untuk mengurangi tingkat pengangguran.

“Program DTS bertujuan untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi tema-tema bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri kepada calon tenaga kerja dan calon entrepreneur. Tujuan praktisnya adalah untuk mengurangi pengangguran, baik yang sudah berada di lapangan kerja maupun segera memasuki lapangan kerja,” ujar Basuki Yusuf Iskandar dalam Penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama Bagi Mitra Pelaksana FGA dan VSGA DTS 2020 di Ballroom Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

"Program ini juga memfasilitasi mereka hingga memasuki dunia pekerjaan melalui platform yang sudah disiapkan yaitu Simonas," ungkap Basuki.

Lebih jauh Basuki menambahkan, Tahun 2020, Kementerian Kominfo membuka enam akademi dalam Program DTS. Selain FGA dan VSGA, penerima beasiswa pelatihan dan sertifikasi dapat memilik Coding Teacher Academy (CTA), Online Academy (OA), dan dua akademi baru yaitu Thematic Academy dan Regional Development Academy).

“Tahun ini DTS menghasilkan 17.507 talent digital yang terverivikasi. Kita menyadari masih kurang dalam penyerapan lulus untuk wirausaha yang hanya mencapai maksimal 3 persen untuk FGA dan 2 persen untuk VSGA. Tentunya ini menjadi tantangan untuk DTS 2020 dalam menciptakan wirausaha lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Menkominfo Johnny G. Plate menambahkan, “Saat ini kita sedang memasuki era industri 4.0, di mana dunia telah bermigrasi dan bertansformasi dari dunia fisik ke dunia digital. Maka kita harus mengambil langkah tepat untuk melanjutkan migrasi menuju bangsa digital tersebut,.”

Menkominfo menyebut Indonesia berpotensi kekurangan 9 juta talenta digital pada tahun 2035. Menurutnya, setiap tahunnya Indonesia harus menyediakan sekurang-kurangnya 600.000 talenta digital.

“Tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah. Jangan sampai kita sudah membangun infrastruktur digital dan membuat regulasi akan tetapi tidak memiliki talent digital yang memadai. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan yang ujungnya mencapai pada rakyat,” tambah Menteri Johnny. 

 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com