Lippo Ungkap Alasan Jual Ovo dan Tanggapan Soal Saham Dibeli EMTK

Lippo Ungkap Alasan Jual Ovo dan Tanggapan Soal Saham Dibeli EMTK

Ilustrasi: Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Baru-baru ini ramai kabar tentang dua pertiga saham OVO yang akan dibeli oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Sebagai informasi, bahwa investor utama e-payment OVO, Lippo Group, memang telah memutuskan untuk menjual dua pertiga kepemilikan sahamnya.

Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group, Mochtar Riady menuturkan, keputusan ini diambil setelah mereka menyadari tak mampu lagi ‘membakar uang’ dengan layanan gratis, diskon, hingga ‘cash back’ yang ditawarkan OVO.

“Bukan melepas, kami menjual sebagian. Sekarang (saham) kami mungkin tinggal 30 persen. Dua pertiganya kami jual,” katanya, Kamis (28/11).

Seperti diketahui, sejak mengantongi izin sebagai dompet pembayaran elektronik (e-wallet) pada 2017, OVO aktif menebar promosi diskon dan ‘cash back’ untuk menjaring konsumen. Dalam bisnis dompet digital ini, OVO disebut-sebut sebagai penantang terkuat Gopay.

“Alasannya, terus bakar uang bagaimana kami kuat,” tuturnya.

Lalu bagaimana soal EMTK yang akan membeli dua pertiga saham OVO bahkan ada yang menyebut bahwa transaksi pembelian saham itu sudah dilaksanakan?

Saat dikonfirmasi kebenaran informasi ini Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra membantah isu tersebut.

“Enggak bener itu. Faktanya ya, sampai sekarang belum ada perjanjian apapun yang ditandatangani,” jelasnya di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Karaniya meluruskan, hingga kini pihaknya masih melakukan pembicaraan terkait pembelian saham tersebut.

“Kalau pembicaraan kami selalu bicara dengan semua pihak, termasuk DANA. Kami tunggu tanggal mainnya (penandatanganan),” ungkapnya.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com