FINMAS TechXchange : Fintech Lending Bantu Dorong Optimalisasi Pemerataan Ekonomi

FINMAS TechXchange : Fintech Lending Bantu Dorong Optimalisasi Pemerataan Ekonomi

Finmas TechXchange  Fintech Lending With Purpose, Unique Case Models, FX Senayan - Jakarta Selatan, Jumat (13/12). Keterangan foto : (kiri-kanan) Rainer Emanuel, Tommy Yuwono, Irma Darmastutik, Annisa Fauzia, Lutfia Aisya, dan Wong Budi Setiawan.

“Mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini pertama bisa membuat dunia fintech lending dapat lebih maju lagi. Sedangkan yang kedua supaya reputasi Fintech di industri ini positif dan membawa hal-hal yang progresif untuk perekonomian di Indonesia.

(Rainer Emanuel, Head of PR & Corporate Communications Finmas)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Sejatinya, kehadiran fintech lending P2P menjadi salah satu alternatif pemerataan ekonomi dengan membuka akses permodalan (pendanaan) masyarakat yang tidak memiliki akses pemodalan perbankan atau bankable. Namun, menjamurnya sejumlah fintech ilegal belakangan cukup mencoreng citra peran fintech di mata masyarakat, khususnya para pelaku industri mikro.

Kembali ke visi membantu meningkatkan inklusi keuangan dengan membuka akses permodalan non perbankan, peran fintech tentunya sangat berkontribusi membantu pemerintah dalam hal pemerataan ekonomi, namun tentunya fintech-fintech yang sistem operasionalnya telah mendapatkan izin atau rekomendasi pihak regulator yang dalam hal ini yakni OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa lebih dari 74 persen dari total 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia belum bisa mengakses pembiayaan dari perbankan. Kondisi tersebut juga menghambat banyak UMKM untuk bisa berkembang dan meningkatkan peranan mereka di dalam perekonomian nasional. Hingga 2018, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,34 persen dan telah menyerap 116,73 juta tenaga kerja atau 97 persen dari total angkatan kerja nasional.

Membahas optimalisasi fintech yang mendorong pemerataan ekonomi, FINMAS Jumat 13 Desemeber 2019 kembali menggelar diskusi TechXchange Finmas keenam yang kali ini mengangkat tema 'Fintech Lending With Purpose, Unique Case Models' di FX Senayan - Jakarta Selatan.

Diskusi yang mengulas potensial target pasar para pelaku industri fintech lending ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya ; Lutfia Aisya (Business Administration Lead di TaniFund), Wong Budi Setiawan (CEO Edufund), Tommy Yuwono (Co-founder Pintek), Annisa Fauzia (Head of Communication & Business Partnership Mekar), serta Irma Darmastutik (Brand Manager Danamas) dan Rainer Emanuel (Head of PR & Corporate Communications Finmas) selaku moderator.

Ditemui usai kegiatan tersebut,Rainer Emanuel menyampaikan, "Kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang Finmas yang bukan saja sebagai pemain di platform tapi dengan acara TechXchange ini Finmas ingin menjadi semacam platform untuk top leadership," ujarnya.

Reiner mengungkapkan, untuk menjadikan ekosistem fintech yang sehat, pihaknya bakal terus menggelar kegiatan serupa 2 bulan sekali dengan mengulas isu-isu terbaru demi kemajuan industri fintech dan kesejahteraan masyarakat tanah air.

Seluruh pembicara dalam kesempatan tersebut juga sepakat bahwa kehadiran fintech lending dianggap mampu membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia karena bisa menjangkau masyarakat yang belum terlayani perbankan. 

 

 

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });