Kemenag Ungkap Alasan Cabut Izin Operasi 3 Penyelanggara Umrah

Kemenag Ungkap Alasan Cabut Izin Operasi 3 Penyelanggara Umrah

Keterangan foto : Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Kementrian Agama RI kembali mencabut izin tiga PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) karena ketiganya terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim.

“Ketiga PPIU yang telah dicabut izinnya adalah PT. Zeinta Intan Kalimantan, PT. Yasmira Wisata Utama, dan PT. As Syirbani Mandiri Wisata. Ketiganya juga sudah dikeluarkan dari daftar PPIU Berizin di aplikasi umrah cerdas,” ungkap Arfi di Jakarta, Jumat (29/11)  pekan lalu.

Disinggung terkait bentuk pelanggaran ketiga PPIU yang dicabut izinnya tersebut, Arfi menyampaikan, “Ada yang karena melakukan pelanggaran berupa peminjaman legalitas kepada Non PPIU. Ada yang tidak menyediakan tiket kepulangan, dan tidak memulangkan jemaah umrah sesuai dengan masa berlaku visa di Arab Saudi,”ujarnya.

Sementara itu Kasubdit Pengawasan Umrah Noer Aliya Fitra (Nafit) mengungkapkan bahwa sejak awal 2019, Kemenag total telah menjatuhkan sanksi kepada 12 PPIU. Sebanyak lima PPIU dicabut izinnya. Sebelumnya, dua PPIU yang dicabut izinnya adalah PT. Joe Pentha Wisata dan PT. Bumi Minang Pertiwi. Sementara tujuh PPIU menerima sanksi peringatan tertulis.

“Penjatuhan sanksi ini menjadi pembelajaran bagi PPIU lainnya agar selalu mengikuti regulasi penyelenggaraan ibadah umrah,” tuturnya.

Dikatakan Nafit, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan penyelenggaraan ibadah umrah. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com