Kapal Kabel Asing Garap Proyek di Perairan Indonesia Tanpa Izin PPKA

Kapal Kabel Asing Garap Proyek di Perairan Indonesia Tanpa Izin PPKA

Foto : kapal CS FUHAI milik perusahaan SB Submarine System (SBSS) / foto (istimewa)

JAKARTAINISGHT.com | Terkait pengoperasian kapal asing milik RRC (CS FUHAI) dalam proyek pengerjaan penggelaran kabel laut milik NEC Japan selama 3 minggu di wilayah EEZ Indonesia pada bulan lalu, sebanyak 4 pemilik perusahaan kapal berbendera Indonesia menyayangkan hal tersebut, terlebih lagi kapal kabel jenis Bold Maverick yang masuk melalui lokal agen Ben Line Agencies tersebut tidak mengantongi Izin Persetujuan Penggunaan Kapal Asing (PPKA).

Serikat Pemilik Kapal Kabel Indonesia (SPKKI) mendesak Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan menolak penggunaan kapal kabel asing yang beroperasi di Indonesia.

Mewakili 4 perusahaan pemilik kapal kabel berbendera Indonesia (PT. Bina Nusantara Perkasa (BNP) dengan kapal kabel Nusantara Explorer, PT. Jala Nusantara Mardika dengan kapal kabel Pasific Guardian, PT. Pelayaran Lintas Optik (PLO) dengan kapal kabel Ile De Re dan Teneo, PT. Limin Marine & Offshore (LMO) dengan kapal kabel Limin Venture)  Ivan Kustanto menyampaikan bahwa 4 perusahaan diatas menolak hal tersebut.

Pihaknya bahkan sudah mengirimkan surat penolakan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan juga sudah menyampaikan kepada wadah organisasi pemilik kapal yaitu INSA - Indonesia Shipowners Association, bahwa kapal kabel berbendera Indonesia ada tersedia dan terbukti mampu melaksanakan pekerjaan penggelaran kabel laut. 

Menurutnya (Ivan)  sangat disayangkan apabila ada oknum ataupun mafia dalam Kementerian Perhubungan yang mendukung diterbitkannya Izin Persetujuan Penggunaan Kapal Asing (PPKA) kapal kabel Bold Maverick. 

"Hal ini sangat merugikan Perusahaan Nasional yang telah melakukan investasi yang besar dalam pengadaan kapal berbendera Indonesia dan Bangsa Indonesia sendiri.  Azas Cabotage yang di serukan pihak Pemerintah Republik Indonesia menjadi tidak berjalan dan tidak dipatuhi akibat ulah oknum / mafia dalam Kementerian Perhubungan Republik Indonesia," ungkap Irvan melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (27/11).

"Kami menolak keras diberikannya PPKA kepada kapal kabel asing dan tetap akan melanjutkan upaya penolakan ini sampai ke level tertinggi sekalipun," ujarnya.

Namun Irvan menambahkan, bahwa mewakili para perusahaan pemilik kapal kabel berbendera Indonesia pihaknya tidak menutup ruang mediasi dengan pemilik pekerjaan  penggelaran kabel yang hendak menggunakan kapal kabel Bold Maverick di Indonesia.

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,5
Kamis, 05 Desember 2019 19:13:51

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });