Gelar Aksi Unjuk Rasa, SP JICT Desak Polisi Bebaskan Rio Wijaya

Gelar Aksi Unjuk Rasa, SP JICT Desak Polisi Bebaskan Rio Wijaya

Keterangan foto ( istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Senin 25 November 2019 kemarin, Serikat Pekerja Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Aksi tersebut mendesak pihak kepolisian (Polres Tanjung Priok) untuk segera membebaskan Rio Wijaya yang merupakan aktivis SP JICT yang ditahan atas tuduhan pelanggaran UU ITE dan penganiayaan.

Kronologis, pada tanggal 20 Agustus 2019, aktivis serikat pekerja JICT (SP JICT) Rio Wijaya dikeroyok di ruang sekuriti perusahaan oleh dua orang supervisi sekuriti JICT (YA) dan (SA) dan satu orang pegawai organik Pelindo II (A) tanpa alasan yang jelas. 

Dengan bekal bukti visum, Rio melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Selang beberapa minggu, dua pelaku (YA) dan (A) telah ditangkap dan ditahan. Saat ini satu pelaku (SA) masih dalam pencarian.

Rio dilaporkan balik oleh manajer sekuriti JICT (LIM) di Polres Pelabuhan (KP3) terkait dengan tuduhan penghinaan facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan kepada (YA). 

Rio akhirnya ditahan di Polres Pelabuhan pada Kamis (21/11) pukul 21.30 WIB dan dikenakan pasal 45 Ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, dan Pasal 351 KUHP dan 352 KUHP tentang penganiayaan.

Dalam aksi unjuk rasa kemarin, Ketua SP JICT, Hazris Maisyah bahwa penangkapan rekannya tersebut sangat janggal dan disinyalir merupakan bentuk kriminalisasi terhadap buruh.

" Pertama, dari bukti visum, Rio dicekik dan ada luka benda tumpul di belakang kepala serta retak di rusuk kiri. Kekerasan apalagi pengeroyokan dalam lingkungan kerja seharusnya tidak boleh terjadi.  Dengan kata lain, manajemen JICT gagal dalam menjamin lingkungan kerja tanpa kekerasan.   

Kemudian yang kedua, Rio dilaporkan balik atas tuduhan penghinaan di facebook dan penganiyaan. Tidak ada bukti kuat karena Rio tidak menyebutkan nama siapapun di facebook. Selain itu menjadi tanda tanya bagaimana Rio bisa melakukan penganiyaan sementara dari bukti visum, Rio lah yang dikeroyok secara brutal.          

Dan ketiga,  dari UU yang dikenakan kepada Rio, seharusnya tidak bisa dijadikan alasan penahanan. Kecuali ditentukan oleh Jaksa lewat dakwaan, ” ungkap Hazris.

Lebih lanjut Hazris menambahkan, ”Bisa jadi ini merupakan tindakan balas dendam manajemen Hutchison terhadap upaya pembatalan kontrak JICT yang menurut BPK melanggar UU dan merugikan negara Rp 4,08," sambung Hazris.

Selain mendesak polisi membebaskan Rio Wijaya, aksi unjuk rasa tersebut juga menuntut dan mendesak manajemen JICT menjamin lingkungan kerja bebas kekerasan dan tidak anti serikat. Dan tuntutan lainnya yakni, meminta agar para pelaku pengeroyokan Rio segera diadili.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,5
Kamis, 05 Desember 2019 19:13:51

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });