Kisah Ansari dan Kaesang Jualan Sang Pisang Hingga Mendunia

Kisah Ansari dan Kaesang Jualan Sang Pisang Hingga Mendunia

Kaesang Pangarep dan Ansari Kadir di outlet Sang Pisang (Istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Memulai sebuah langkah perubahan bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika awalnya hidup dengan kenyamanan lalu harus memutuskan untuk merintis usaha yang penuh tantangan dan banyak kemungkinan.

Begitulah yang dirasakan seorang Ansari Kadir ketika memiliki kehidupan nyaman dengan bekerja sebagai seorang brand strategic manager sebuah perusahaan otomotif untuk skala nasional.

Bisa dibayangkan betapa nyamannya ia dengan kehidupannya di usia yang cukup terbilang muda itu. Tapi hal demikian tidak lah membuat Ansari terbuai, ia tetap memiliki hasrat yang menggelora untuk menjadi seorang pengusaha dengan mengangkat brand lokal.

Karena sadar keinginannya itu butuh perjuangan dan pengorbanan, akhirnya ia buktikan dengan memutuskan keluar dari zona nyaman yang dijalaninya.

Usai menerima penghargaan Top Business Opportunity 2019 dari Majalah Franchise di Jakarta, Sabtu (23/11/2019) lalu, Ansari yang kini menjadi CEO brand Ternakopi dan COO Sang Pisang membagikan kisah suksesnya kepada Jakartainsight.com.

"Saya pada saat itu seorang brand strategic di bidang otomotif. Pegang dealer se-Indonesia dari perusahaan motor ke perusahaan mobil, habis itu saya resign. Dari otor ke mobil, terus jual pisang sama kopi," tuturnya.

Tapi, lanjut Ansari, ternyata dari jual pisang ini saya menemukan passion saya yang sesungguhnya.

"Saya lihat Kaesang punya kemampuan digital marketing yang bagus, kemudian saya punya kemampuan brand activation dan kita gabungkan jadi satu. Cuma kan perjuangan di awalnya susah banget," ucapnya.

Dia pun menceritakan saat keluar dari perusahaan tempatnya bekerja yang hanya menyisakan sedikit tabungan dan harus mengeluarkan modal awal termasuk biaya vlog Kaesang.

"Kita gabungkan budget sama biaya vlog Kaesang waktu itu modal awal sekitar Rp50 juta. Saya Rp25 juta dan Kaesang juga sama akhirnya kita buka satu toko di Cempaka Mas," ujar Ansari.

Dari sana ia melihat bahwa usaha yang dijalaninya bersama Kaesang memiliki potensi. Hingga akhirnya terus dikembangkan dengan membuka empat cabang meski harus berjibaku membeli bahan baku dari pasar ke pasar.

"Kaesang pun turun langsung untuk R&D (Research and Development), kita keliling kota bareng-bareng dan baca peluang, ternyata Business Opportunity Sang Pisang diminati masyarakat. Kemudian kita buka joint venture atau kemitraan bukan franchise ya," paparnya.

Joint venture itu, sambung Ansari, ada share holder. Kita buka konsepnya, kita buka di Makassar dan Palembang, tadinya kita cuma punya satu cabang sekarang sudah punya 85 cabang se-Indonesia di 31 kota, dan satu negara di Malaysia.

"Tahun depan Sang Pisang akan buka di Thailand, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Prosesnya kurang lebih 2 tahun. Kalau Ternakopi dalam waktu enam bulan sudah punya 40 cabang di seluruh Jakarta, Tangerang dan Bogor," pungkasnya.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });