Golkar PPP dan PAN Kompak NIlai Pertemuan Berkarya dan PKS Tidak Ada Pengaruh Politik

Golkar PPP dan PAN  Kompak NIlai Pertemuan Berkarya dan PKS Tidak Ada Pengaruh Politik

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) / Foto (istimewa).

JAKARTAINSIGHT.com | Agenda pertemuan Partai Berkarya dengan PKS kemarin sore, Senin (18/11) mengundang respon dari sejumlah politikus partai, mulai dari Golkar, PPP dan PAN yang kompak mengomentari makna pertemuan kedua partai (Berkarya - PKS).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menganggap pertemuan tersebut tidak memiliki dampak politik. Ace mengatakan "Silaturahmi PKS dengan Partai Berkarya kan tidak memiliki pengaruh secara politik di parlemen karena Partai Berkarya tidak memiliki wakilnya di DPR RI. Menyolidkan oposisi tentu lebih berpengaruh jika partai-partai itu memiliki kursi di parlemen," Selasa (19/11).

Serupa dengan Golkar, Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pertemuan Berkarya dan PKS dinilai tak berpengaruh pada kekuatan oposisi.

"Tidak berpengaruh ke kekuatan oposisi karena yang bisa bersuara di parlemen hanya PKS, sementara Berkarya tidak bisa. Sehingga pertemuan itu tidak ngefek ke koalisi-oposisi, karena pertemuan politik biasa," ujar Achmad seperti dikutip laman detik.com, Selasa 19/11.

Sementara itu Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay turut berkomentar. "Itu (pertemuan PKS dengan Berkarya) biasa aja. Jadi begini, pertemuan silaturahmi partai politik dan juga komponen bangsa yang lain itu adalah sesuatu yang baik. Tentu kita mengapresiasi apa yang dilakukan," ujarnya.

"Kedua, tentu kita tak ingin mencampuri apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan itu. Dan sebagai bekas koalisi, memang kita sudah menyatakan koalisi sudah berakhir, sudah selesai, karena itu masing-masing parpol berhak untuk menentukan jalannya masing-masing," sambung Saleh.

Sebelumnya, Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menyampaikan pertemuan dengan PKS hanya untuk berkomunikasi hal-hal ringan serta berbicara soal kebangsaan dan isu-isu terkini.

 

 

Sumber : berbagai sumber.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com