Wapres : Tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, tolak khilafah bukan berarti tidak islami

Wapres : Tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, tolak khilafah bukan berarti tidak islami

Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Soal pemahaman khilafah Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin menyebut hal tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak terjebak dengan anggapan tolak khilafah berarti tidak islami.

"Selama ini khilafah identik dengan Islam. Merunut sejarah, terdapat sejumlah wilayah yang menganut khilafah seperti khilafah Abbasiyah dan khilafah Utsmaniyah. "Tapi tidak berarti sistem Islami adalah khilafah," ungkap Wapres seperti dikutp laman CNN Indonesia, Kamis (8/11).

"Perlu diluruskan pemahamannya bahwa Islam kita itu Islam kaffah, Islam yang utuh, tapi ada nifaq-nya, ada kesepakatannya."

Ma'ruf Amin juga menjelaskan mengapa sistem khilafah tidak sesuai dengan ideologi NKRI. "Di Indonesia sendiri khilafah tertolak masuk karena tak sesuai dengan prinsip dan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila sebagai landasan NKRI. Serupa dengan khilafah di Arab Saudi yang juga tertolak karena sistem kenegaraan yang berupa kerajaan," ujarnya.

Baca juga : 39 Persen Mahasiswa Terpapar Radikalisme Menurut Penelitian BIN

Wapres menyimpulkan, "Jadi bukan karena tidak Islami, tapi menyalahi kesepakatan nasional. Sudah jelas khilafah tertolak di Indonesia karena menyalahi kesepakatan nasional, NKRI. Kalau itu khilafah maka menjadi tidak NKRI lagi, tapi NKKHI, Negara Kesatuan Khilafah Indonesia," jelas Ma'ruf Amin.

Terkait wacana larangan berpakaian yang disangkutpautkan dengan radikalisme, lebih jauh Wapres menambahkan "Radikalisme itu sebenarnya bukan soal pakaian. Tapi radikalisme itu adalah cara berpikir, cara bersikap, atau perilaku dan cara bertindak," tutup Wapres.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com