Sistem e-Budgeting Jadi 'Kambing Hitam' Anggaran Siluman Lem Aibon, Ahok Jawab Begini!

Sistem e-Budgeting Jadi 'Kambing Hitam' Anggaran Siluman Lem Aibon, Ahok Jawab Begini!

Politikus PDIP yang juga merupakan mantan Gurbernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (istimewa)

JAKARTAINISGHT.com | Temuan anggaran pengadaan lem Aibon senilai 82,2 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang menjadi dasar RAPBD DKI 2020 menjadi viral diperbincangkan warganet karena dianggap tidak masuk akal. Kalimat 'Lem Aibon' bahkan sempat menjadi trending topic Twitter pada Rabu (30/10/2019).

Sebelumnya, beredar tangkapan layar draf anggaran DKI yang dikutip dari sistem e-budgeting yang dirilis laman apbd.jakarta.go.id yang diunggah Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana melalui akun twitter miliknya.

Beberapa saat usai diposting, anggaran pengadaan lem Aibon pun tiba-tiba lenyap dari daftar pengajuan. Merasa makin janggal, William membuat petisi di change.org untuk mendesak Pemprov DKI membuka rincian isi dokumen rencana anggaran di RAPBD DKI 2020, kepada publik.

Menanggapi hal tersebut, Anies tersebut menyebut bahwa hal tersebut terjadi karena ada permasalahan dalam sistem penganggaran di DKI Jakarta atau yang biasa disebut dengan e-budgeting. Ia menyinggung bahwa sistem e-budgeting tersebut tidak memiliki pola verifikasi anggaran.

Ada problem sistem, sistemnya digital tapi tidak smart. Kalau smart system, dia bisa melakukan pengecekan, dia bisa melakukan verifikasi, dia bisa menguji. Nah, ini sistemnya digital tapi sistemnya masih manual," ungkap Anies.

Anies juga menyebutkan sistem e-budgeting seperti itu merupakan warisan pemerintahan era sebelum dirinya (Ahok). Akibatnya, kata dia, masalah serupa kerap muncul hampir setiap tahun hingga kini.

Seolah tak terima sistem e-Budgeting yang ia gagas menjadi kambing hitam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjabat gurbernur sebelum Anies angkat bicara.

Politikus PDIP tersebut membantah,  "Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark up apalagi maling. Untuk mencegah korupsi hanya ada satu kata, transparansi sistem yang ada," kata Ahok seperti dikutip dari laman CNN Indonesia, Kamis (31/10).

Menurut Ahok, sistem itu sengaja ia terapkan agar masyarakat bisa mempelototi anggaran DKI. Hal itu ia pelajari setelah kasus anggaran siluman Uninteruptible Power Supply (UPS) yang terbongkar pada 2016.

 





Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });