Korupsi 14 Proyek Fiktif Waskita, KPK Segera Panggil Dirut Jasa Marga

Korupsi 14 Proyek Fiktif Waskita, KPK Segera Panggil Dirut Jasa Marga

Direktur Utama PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani segera diperiksa KPK / foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani dalam waktu dekat bakal diperiksa KPK terkait pengerjaan 14 proyek fiktif PT Waskita Karya (Persero) Tbk. 

Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua. Sebelumnya KPK sudah memeriksa Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan dan staf Keuangan Divisi II Waskita Karya Wagimin untuk menelisik aliran dana dari proyek fiktif.

KPK menaksir kerugian negara dari ulah dua pejabat Waskita Karya ini paling sedikit Rp186 miliar.Perkiraan angka itu berasal dari perhitungan kerugian keuangan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pembayaran Waskita Karya kepada sejumlah perusahaan subkontraktor fiktif.

Pemanggilan Desi oleh pihak KPK sebagai saksi atas tersangka kasus tersebut, yaitu Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman. Saat itu, Desi masih menjabat sebagai Kepala Divisi III Waskita Karya ketika proyek tersebut bergulir. 

Dengan kata lain pemanggilan Desi saat ini tidak ada kaitannya dengan jabatannya di Jasa Marga saat ini. Sebelumnya KPK juga telah melakukan pemeriksaan dengan menggeledah rumah rumah Desi pada Selasa (12/2). Dari sana, penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dimaksudkan.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });