CCI : Penggunaan Serat Kapas Amerika Pacu Perkembangan Industri Fesyen Tanah Air

CCI : Penggunaan Serat Kapas Amerika Pacu Perkembangan Industri Fesyen Tanah Air

Keterangan foto : (kiri-kanan) Christanto Machmud (Director of PT Apac Inti Corpora),  Ivana Noor (Assistant Program Representative of CCI), Andy Do (Program Representative CCI Indonesia), Deepak Anand (Managing Director of PT Argo Manunggal Triasta). / Jakartainisght.com doc.

JAKARTAINISGHT.com | Sejalan dengan visi untuk memajukan industri industri tekstil dan fesyen global melalui penggunaan serat kapas Amerika, CCI melalui merk dagang 'Cotton USA' kembali ambil bagian di perhelatan fesyen akbar Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 yang berlangsung pada 20 - 26 Oktober 2019 di Senayan City - Jakarta Selatan.

"Cotton USA™ selaku merek dagang yang dimiliki oleh CCI terus mendampingi para pelaku industri tekstil dan fashion di Indonesia dalam memahami penggunaan teknologi terbaru dalam produksi kapas asal AS," ungkap Ivana Noor (Assistant Program Representative of CCI) , Sabtu (26/10).

Lebih jauh Ivana menambahkan, "dengan adanya inovasi teknologi yang terus dikembangkan oleh Cotton USA,  Kapas AS dapat menghasilkan bahan yang lebih kuat dan lembut serta serat yang telah teruji.

Baca Juga : Gandeng API, CCI Kembali Gelar Cotton USA Networking 2019

Penggunaan bahan yang lebih berkualitas tentunya dapat mengoptimalkan para pelaku industri tekstil dalam menghasilkan produk yang lebih baik lagi sehingga bisa bersaing di tingkat global," sambung Ivana.

Talkshow 'Why Cotton USA' CCI di Jakarta Fashion Week 2019 / Jakartainisght.com doc.

 

Terkait keunggulan kapas Amerika dibanding kapas dari sejumlah negara lain, Ivana menjelaskan, "Setidaknya ada 4 keunggulan Cotton USA dibanding serat kapas lain, yang pertama yakni kualitas yag mana diproduksi dengan teknologi mesin terdepan sehingga bebas kontaminasi. Kedua yakni konsistetensi, dimana kapas Amerika menawarkan nilai kualitas serat yang seragam. 

Kemudian yang ketiga yakni keberlanjutan dimana serat kapas Amerika ini diproduksi dengan serangkaian regulasi yang ketat. Dan terakhir yakni Transparansi, sistem transparansi di AS memungkinkan pemantapan dan perbaikan yang berkesinambungan, yang mana keempat hal ini menjadi penunjang kualitas produksi kain maupun benang yang dihasilkan," tutup Ivana.

Hal senada juga disampaikan dua perwakilan perusahaan tekstil nasional pengguna Cotton USA, diantaranya of PT Apac Inti Corpora dan juga PT Argo Manunggal Triasta yang dalam kesempatan tersebut memaparkan manfaat penggunaan serat kapas Amerika terhadap hasil produksi dan penjualan.

Christanto Machmud selaku Director of PT Apac Inti Corpora dalam kesempatan tersebut menyampaikan, "Bicara kapas, Cotton USA merupakan yang paling berkualitas, khususnya dalam hal proses dan hasil produksi. Selain bebas kontaminasi, dari segi pencelupan warna dan kualitas benang maupun bahan yang dihasilkan berkualitas tinggi sehingga menunjang ekspor dan bersaing dengan produk tekstil dan fesyen mancanegara," ujarnya.

"Total kebutuhan bahan baku, selama satu bulan kami menggunakan kurang lebih sebanyak 10 ribu ton kapas, yang mana 90% diantaranya kami menggunakan Cotton USA," sambung Christanto.

Hal senada juga diutarakan Deepak Anand (Managing Director of PT Argo Manunggal Triasta). "Sejak pertama berdiri perusahaan kami selalu menggunakan kapas Amerika, karena terbaik dari segi kualitas bahan yang kami produksi," ungkap Deepak.

 

 

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });