Wacana Kenaikan Cukai Sebesar 35 persen, Ditanggapi dengan Melonjaknya Harga Jual Rokok

Wacana Kenaikan Cukai Sebesar 35 persen, Ditanggapi dengan Melonjaknya Harga Jual Rokok

Ilustrasi cukai rokok. (istimewa)



JAKARTAINSIGHT. com | Setelah resmi dilantik kembali menjadi Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau.

"Mengubah Lampiran III dan Lampiran IV Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1485) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.010/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1637), sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini," bunyi Pasal I PMK.

Melansir dari detikcom, tercatat mulai 1 Januari 2020, tarif cukai rokok akan naik rata-rata 21,56%, dengan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35%.

Besaran kenaikan tarif cukai rokok terbesar ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Sedangkan untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.

Sementara untuk semua jenis produk tembakau, seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com