Rusia Desak Pejuang Kurdi untuk Menarik Diri dari Perbatasan Suriah

Rusia Desak Pejuang Kurdi untuk Menarik Diri dari Perbatasan Suriah

Kementerian pertahanan Turki mengisyaratkan pihaknya tidak akan melanjutkan ofensifnya di Suriah timur laut [Bakr Alkasem / AFP]

JAKARTAINSIGHT.com | Rusia telah memperingatkan pasukan Kurdi untuk segera menarik diri dari perbatasan Turki-Suriah setelah kesepakatan antara Moskow dan Ankara dihancurkan oleh tentara Turki, ditambahkan juga Amerika Serikat telah "mengkhianati dan menelantarkan" para pejuang Suriah.

Pada Rabu (23/10/2019), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berkomentar pihaknya mengikuti kesepakatan yang disepakati pada hari Selasa antara Turki dan Rusia terkait pasukan Suriah dan Rusia dikerahkan ke Suriah timur laut untuk memindahkan pejuang Kurdi dan senjata mereka dari perbatasan.

Peskov, dilaporkan bereaksi terhadap komentar utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Suriah James Jeffrey, yang tampaknya Amerika mendorong Kurdi untuk tetap dekat dengan perbatasan Suriah untuk memerangi tentara Turki.

"Amerika Serikat telah menjadi sekutu terdekat Kurdi dalam beberapa tahun terakhir. [Namun] pada akhirnya, mereka meninggalkan Kurdi dan, pada dasarnya, mengkhianati mereka," kata Peskov seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Sekarang mereka [AS] lebih suka meninggalkan Kurdi di perbatasan [dengan Turki] dan hampir memaksa mereka untuk melawan Turki."

Jika Kurdi tidak menarik sesuai kesepakatan, Peskov mengatakan penjaga perbatasan Suriah dan polisi militer Rusia harus mundur, meninggalkan Kurdi untuk berurusan dengan tentara Turki.

Para pejuang Kurdi akan "dikendalikan" oleh Turki, katanya.

Pasukan polisi militer Rusia tiba di kota Kobane di Suriah utara, kata kementerian pertahanan Rusia pada hari Rabu, menurut kantor berita TASS.

Polisi militer akan membantu memfasilitasi penarikan pasukan Kurdi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Rabu bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin meyakinkannya bahwa pejuang Kurdi tidak akan diizinkan untuk tetap di Suriah di sepanjang perbatasan Turki dengan mengenakan "pakaian rezim".

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });