Apa Benar Indonesia Dilanda Gelombang Panas? Simak Penjelasannya!

Apa Benar Indonesia Dilanda Gelombang Panas? Simak Penjelasannya!

Ilustrasi: Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Pesan berantai tersebar di media sosial dan juga grup WhatsApp yang berisi pernyataan dan imbauan terkait gelombang panas yang sedang melanda Indonesia, Malaysia dan beberapa negara lain.

Disebut juga dalam pesan tersebut, masyarakat agar menghindari air dingin saat suhu mencapai 40 derajat celcius karena pembuluh darah mikro bisa meledak.

"Indonesia, Malaysia dan bbrp negara lain. sedang mengalami gelombang panas sekarang. Jadi sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:..." Demikian kutipan isi pesan berantai.

Faktanya, gelombang panas seperti dalam pemberitaan media massa, hanya terjadi di Malaysia, tidak di Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2019 Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika atau BMKG, Hary Djatmiko, menyatakan bahwa gelombang panas yang mengakibatkan suhu ekstrim di Malaysia tidak akan berdampak ke wilayah Indonesia.

Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Gelombang panas yang berpotensi mengakibatkan suhu ekstrim tersebut tidak terjadi di wilayah tropis, melainkan hanya terjadi di kawasan subtropis atau di wilayah lintang.

Laman www.kominfo.go.id melansir, Hary juga menyebutkan potensi suhu di Indonesia naik akan terjadi pada akhir Maret. Hal ini terjadi akibat fenomena Equinox atau gerak semu matahari melintasi tepat di atas garis khatulistiwa, tapi tidak akan berdampak terhadap suhu di Indonesia.

Pantauan BMKG secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa transisi atau pancaroba.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.

Ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });