Langkah LKB Lestarikan Seni dan Kebudayaan Betawi di Era Digital

Langkah LKB Lestarikan Seni dan Kebudayaan Betawi di Era Digital

(kiri-kanan) Yahya A Saputra (Penggiat Seni Budaya Betawi), Anwar Al Batawi (Ketua Astrabi) dan H. Yoyok Muchtar (Pendiri Badan Pemberdayaan Budaya Betawi) saat menjadi pembicara di kegiatan Workshop Pembuatan Audio Visual 2 Lembaga Kebudayaan Betawi, Kamis (17/10) /  Jakartainsight.com doc

JAKARTAINISGHT.com | Tak hanya hasil alam yang melimpah, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan seni budaya serta keberagaman suku yang majemuk, salah satunya Suku Betawi yang merupakan penduduk asli Jakarta.

Ironisnya, kesenian dan kebudayaan suku Betawi perlahan terkikis dengan masuknya sejumlah seni dan budaya global yang tumbuh pesat seiring perkembangan teknologi. Hal tersebut tergambar dari minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Jakarta khususnya kaum milenial.

Bukan tidak mungkin kesenian dan kebudayaan Betawi bakal hilang ditelan zaman jika tidak ada kesadaran masyarakat, padahal kemajuan Jakarta di segala bidang saat ini tak lepas dari sejarah yang melebur dengan seni dan kebudayaan.

Berangkat dari hal tersebut Lembaga Kebudayaan Betawi sebagai wadah yang memiliki peran melestarikan, membina dan mengembangkan budaya Betawi terus melakukan sejumlah cara sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi salah satunya dengan menggelar rangkaian kegiatan workshop Pembuatan Audio Visual 2 untuk Sanggar - sanggar Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) APBD Tahun 2019, di Papabro cafe, jalan pangeran antasari, Jakarta Selatan Rabu (17/10/2019) kemarin.

Melibatkan sejumlah awak media, kegiatan yang mengangkat sub tema 'Penguatan Marwah Kebetawian Kepada Media' tersebut, Ketua Umum LKB, H. Beki Mardani mengungkapkan, " LKB memiliki tiga tugas utama, diantaranya melestarikan, membina serta mengembangkan kebudayaan Betawi, sehingga semua yang sudah dan akan dilakukan sesuai dengan kerangka tersebut."

 Ketua Umum LKB, H. Beki Mardani.

 

"Setelah audio visual (web, Aplikasi serta media sosial), kedepan LKB memiliki sejumlah PR besar, diantaranya mengisi konten muatan lokal di sekolah-sekolah, menyusun Perda agar bisa diimplementasikan, karena upaya pengembangan budaya itu amanah UU," ungkap Beki.

"Kami juga melakukan upaya memperkenalkan budaya Betawi di berbagai lapisan kalangan, salah satunya di sejumlah perguruan tinggi melalui program LKB Goes to Campus," tutup Beki.

Kegiatan workshop audio visual juga melibatkan sejumlah tokoh  Betawi serta 3 pembicara utama, diantarannya Anwar Al Batawi (Ketua Astrabi) yang mengulas gagasan seputar upaya industrialisasi Silat Betawi.

"Silat Betawi ini sendiri tercatat ada lebih dari 300 yang tidak dikembangkan karena bersifat tertutup (kalangan keluarga). Sekitar 7 tahun lalu saya melihat ada sesuatu yang besar dari Silat Betawi ini, kemudian saya bersama dua rekan mendirikan Asosiasi Silat Tradisional Betawi Indonesia yang tujuan utamanya mennggabungkan seluruh aliran silat Betawi yang ada. Kedepan kita ingin menjadikan Silat Betawi ini sebagai industri profesional," ujar Anwar.

Ada juga H. Yoyok Muchtar (Pendiri Badan Pemberdayaan Budaya Betawi), yang dalam kesempatan tersebut memaparkan sejarah budaya Betawi, kemudian Yahya A Saputra (Penggiat Seni Budaya Betawi) yang secara lengkap mengisahkan sejarah berbagai kesenian Betawi, seperti Ondel-Ondel, Palang Pintu, dll.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });