85 Orang Tewas Jadi Korban Ulah Taliban Selama Pilpres Afghanistan

85 Orang Tewas Jadi Korban Ulah Taliban Selama Pilpres Afghanistan

Pemilu Afghanistan (istimewa) 

JAKARTAINSIGHT.com | Tak hanya memakan waktu yang lama, proses pemilihan presiden di Afghanistan yang berlangsung selama 3 bulan (Juni - September 2019) tersebut juga menelan banyak korban jiwa akibat sejumlah serangan yang dilancarkan kelompok Taliban.

Berdasarkan laporan khusus PBB yang dirilis pada Selasa (15/10) kemarin mencatat, serangan-serangan yang bertujuan mengacaukan proses Pilpres Afghanistan tersebut telah menewaskan sebanyak 85 warga sipil dan 373 korban luka-luka.

Yang lebih memilukan, sepertiga korban sejumlah serangan  tersebut merupakan anak-anak.

Serangan tersebut meliputi penggunaan roket, bom granat serta bom rakitan yang diletakkan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) termasuk sekolah-sekolah.

Ironisnya lagi, kendati memakan banyak korban jiwa, pihak keamanan Afghanistan menyebut pemilu tersebut berjalan lancar dan mengklaim berhasil menggagalkan serangan skala besar kelompok Taliban.

Pemilu sendiri diwarnai oleh pelanggaran dan tuduhan kecurangan yang meluas, selain kontroversi mengenai rendahnya kehadiran pemilih dan klaim dari calon unggulan, Abdullah Abdullah, bahwa dialah pemenang pemilu tersebut.

Berbagai sumber

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com