Komitmen Berantas Korupsi, LAKRI Lakukan Konsolidasi Tingkat Nasional

Komitmen Berantas Korupsi, LAKRI Lakukan Konsolidasi Tingkat Nasional

Konsolidasi Lakri (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Terus berupaya membangun semangat dan konsistensi menegakkan supremasi hukum serta memberantas korupsi di Indonesia, Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (DPN-LAKRI) melakukan konsolidasi dan akselerasi program kerja 5 tahun ke depan.

Kegiatan yang dilangsungkan di Bandung, Jawa Barat itu berlangsung selama tiga hari, yakni pada 12-15 Oktober 2019 dengan dihadiri seluruh pimpinan LAKRI se-Indonesia,  diantaranya Ketua Dewan Pertimbangan DPN LAKRI, Fifi Sofiah.

Ketua Umum DPN LAKRI, HM. Steven Samuel Lee Lahengko yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berharap kepada segenap pimpinan Provinsi, Kabupaten/Kota serta pengurus pusat yang hadir agar mampu meningkatkan kompetensi terkait dengan pendidikan dan pelatihan investigasi.

“Dalam hal ini penting pembenahan dan penyegaran keorganisasian terutama struktur di internal agar kedepannya LAKRI lebih solid dan profesional dalam melakukan tugas investigasi dan pencegahan korupsi,” ujar Steven, Senin (14/10).

Sementara Sekretaris Jenderal DPN LAKRI, Bejo Sumantoro mengatakan, LAKRI sudah merencanakan sejumlah program kerja dan akselerasi kegiatan, diantaranya segera dilakukan revitalisasi dan pembenahan struktur DPN, DPP dan DPK/Kabupaten.

Bahkan untuk program jangka panjang, masih kata Bejo, pihaknya akan mendirikan organisasi underbow yakni Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi Republik Indonesia, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) LAKRI.

“Organisasi tersebut nantinya menjadi garda terdepan LAKRI dalam pion menegakan supremasi hukum dan pencegahan korupsi serta pembelaan kader-kader LAKRI yang berkaitan dengan permasalahan hukum,” katanya.

“Itu prioritas kami, bagaimana kedepannya pengurus dan anggota LAKRI agar lebih nyaman dan profesional dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” imbuh Bejo.

Sementara, terkait revisi UU KPK, Wakil Ketua Umum DPN LAKRI Ical Syamsudin menyampaikan, bahwa KPK tidak perlu khawatir dan merasa dikebiri dengan adanya revisi Undang Undang tersebut. 

Apalagi, menurutnya, revisi UU KPK itu sejalan dengan kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“KPK tidak sendirian dalam menangani kasus-kasus korupsi, tetapi ada institusi lain, seperti Kepolisian dan Kejaksaan, yang bertanggung jawab dalam melawan tindak pidana korupsi,” kata Ical disela acara.

Ical menambahkan, dalam menangani kasus-kasus mega korupsi, KPK tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus bersinergi dengan institusi lain yang memiliki tugas yang serupa.

Pasal-pasal yang akan direvisi itu terbaca bahwa di era digitalisasi sudah semestinya KPK bersinergi dengan institusi lain, karena memperkuat disini bukan berarti RUU harus dirancang dan dipaksakan untuk membuat KPK menjadi lembaga negara yang  “Super Body’’.

“Bersinergi juga harus dipahami bahwa suatu upaya pemberantasan korupsi itu agar jalannya tidak sempoyongan dan berjalan sempurna, maka harus dilakukan secara komprehensif,” kata Ical.

Dikatakan pula, usulan DPR untuk melakukan revisi UU KPK harusnya disambut baik. Kini tinggal menunggu keputusan Presiden Jokowi setuju atau tidak.

“Kalau Presiden Jokowi konsisten dalam memperbaiki bangsa ini, idealnya beliau memerintahkan Menterinya untuk duduk bersama para anggota DPR membahas RUU KPK,” kata Ical.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,5
Kamis, 05 Desember 2019 19:13:51

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });