Topan Mematikan Hagibis Beri Sinyal dengan Makan Korban Sebelum Tiba

Topan Mematikan Hagibis Beri Sinyal dengan Makan Korban Sebelum Tiba

Badai telah merusak rumah-rumah di Ichihara, prefektur Chiba [Jiji Press / AFP]

 

JAKARTAINSIGHT.com | Sebelum tiba, Topan Hagibis yang mematikan telah berikan sinyal dengan menyebabkan gangguan besar, memaksa pembatalan dua pertandingan Piala Dunia Rugby, menunda Grand Prix Jepang dan menghentikan semua penerbangan di wilayah Tokyo.

Hagibis menabrak pulau Honshu utama Jepang tepat sebelum 19:00 waktu setempat (10:00 GMT), meluncur ke Izu, semenanjung barat daya Tokyo.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan, mengepakkan hembusan angin hingga 216 kilometer per jam (134 mil) per jam).

Badai itu bahkan telah memakan korban pertama berjam-jam sebelum tiba di pantai ketika angin kencang dari luar membalikkan sebuah mobil di Chiba timur Tokyo dan menewaskan pengemudi.

Setidaknya dua tanah longsor telah dikonfirmasi, dengan seorang pria berusia enam puluhan tewas di Gunma, utara Tokyo.

Menjelang sore pada hari Sabtu (12/10/2019), puluhan ribu orang berada di tempat penampungan dan menerima jatah darurat dan selimut, meskipun gempa berkekuatan 5,7 yang mengguncang wilayah Tokyo tidak banyak membantu menenangkan saraf.

Di antara para pengungsi adalah orang-orang yang rumahnya dirusak oleh topan kuat yang melanda wilayah itu bulan lalu.

"Saya dievakuasi karena atap saya robek oleh topan lainnya dan hujan turun. Saya sangat khawatir dengan rumah saya," kata seorang lelaki berusia 93 tahun kepada penyiar nasional NHK ketika dia berlindung di sebuah pusat di Tateyama di Chiba timur dari Tokyo.

Sedangkan wilayah Yokohama, di luar Tokyo,orang-orang berjongkok di rumah mereka meskipun ada badai.

"Saya berusia 77 dan saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Hidetsugu Nishimura kepada kantor berita AFP.

"Kita bisa mendengar hiruk-pikuk neraka dari hujan dan angin, dan serpihan atap telah hilang. Selama satu jam, rumah itu bergetar karena angin dan hujan."

Bandara Haneda Tokyo dan bandara Narita di Chiba keduanya menghentikan penerbangan dari pendaratan dan kereta penghubung ditangguhkan, memaksa pembatalan lebih dari seribu penerbangan, menurut media Jepang.

Pejabat prefektur Kanagawa mengatakan mereka akan melepaskan air dari bendungan Shiroyama, barat daya Tokyo, dan memperingatkan warga di daerah-daerah di sepanjang sungai terdekat.

 

 Sumber: Aljazeera

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });