Waspada Gangguan Penglihatan Hingga Kebutaan Pasien Diabetes!

Waspada Gangguan Penglihatan Hingga Kebutaan Pasien Diabetes!

Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Penderita diabetes melitus memang sangat erat kaitannya dengan gula darah, maka wajar saja pasien akan sangat peduli untuk selalu memeriksakan kadar gula darah guna menjaga kondisi tubuhnya.

Namun perlu diingat bahwa diabetes melitus juga salah satu penyebab terjadinya kebutaan dan gangguan penglihatan. Kondisi demikian sering disebut diabetik retinopati.

Retinopati diabetik menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina sehingga membuat retina bengkak atau terdapat kapiler darah tidak nomal yang pecah. Kondisi ini menyebabkan padangan menjadi kabur atau terganggu.

Prof. Dr. Arief S. Kartasasmita, ahli kesehatan mata mengatakan, bahwa penyebab utama retinopati adalah kombinasi dari tingginya tekanan darah, gula darah, dan juga kolestrol.

Orang dengan diabetes melitus yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina. Kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada tingkat kesakitan yang semakin buruk.

"Penting bagi pasien diabetes melitus, terutama yang telah mengidapnya lebih dari lima tahun untuk memeriksakan retinanya," tambah Arief seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (12/10/2019).

Tak hanya itu, diabetik retinopati juga bisa menyebabkan komplikasi lainnya. Komplikasi yang paling sering mucnul adalah diabetik makular edema (DME).

DME terjadi ketika adanya kebocoran cairan ke pusat makula, bagian peka cahaya dari retina. Fungsinya adalah mempertajam pelihatan langsung. Maka dapat membuat kualitas penglihatan menurun.

"Risiko perkembangan DME tergantung pada seberapa lama pasien telah hidup dengan diabetes melitus dan tingkat keparahan dari diabetik retinopati juga," jelas Arief.

Pasien DME biasanya akan mengalami gangguan seperti munculnya titik hitam, buram, dan melihat garing yang bergelombang. Mengendalikan kadar gula darah juga menjadi penting bagi orang dengan kondisi ini.

Maka itu, Arief menyarankan, pasien DME harus segera diberikan pengobatan yang tepat. Tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas penglihatan yang berpotensi terganggu.

Bila tidak diobati, pasien DME bisa kehilangan dua baris penglihatannya dalam waktu dua tahun pertama. Dengan diagnosa sedini mungkin dan pengobatan yang tepat, kemungkinan pasien kehilangan penglihatan dapat diminimalisir, bahkan dipulihkan.

"Skrining mata reguler dengan dokter spesialis amta retina merupakan bagian penting dalam perawatan pasien diabetes melitus. Pemeriksaannya mudah dan tidak sakit, tetapi prosedurnya tentu berbeda dengan pemeriksaan mata biasa," ucap Arief.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });