Aktivis HAM : DPR udah ngawur sengawur-sengawurnya khianati kerja legislasi!

Aktivis HAM : DPR udah ngawur sengawur-sengawurnya khianati kerja legislasi!

Aktivis HAM Haris Azhar kritik kinerja DPR terkait keputusan kilat mengesahkan UU / foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Menyoroti cara kerja DPR yang ngebut membahas sejumlah undang-undang (UU) di akhir periode kerja 2014-2019, aktivis HAM Haris Azhar menganggap DPR ngawur dan mengkhianati kerja legislasi.

"DPR menurut saya itu kayak jadi manifestasi kengawuran masyarakat politik di Indonesia. Bukan masyarakat sipil ya, (tapi) masyarakat politik. Jadi komunitas politisi yang terinstitusionalisasi," imbuhnya.

"Menurut saya, mereka udah ngawur sengawur-ngawurnya, mengkhianati kerja legislasi," ungkap Haris, Jumat (20/9) di Kalibata, Jakarta Selatan.

Haris menambahkan,  DPR ngawur karena mengesahkan undang-undang (UU) secara serba kilat. Sejumlah UU dibahas tanpa memperhatikan opini publik dan tak memperhatikan proses pembuatan UU yang semestinya.

Lebih jauh pria berkacamata ini menyebut pembuatan dan pengesahan UU oleh DPR sama sekali tidak memperhatikan kondisi masyarakat dan tak terlepas dari kepentingan segelintir orang.

"Ini adalah ekspresi dari pilar-pilar yang ada di dalam rumah oligarki itu ya. Ada kepentingan, perampokan di sektor ekonomi, memanfaatkan jalur atau membeli kapasitas ruang politik lewat orang, lewat partai, lalu merampas legitimasi dan justifikasi keadilan buat rakyat," tambah Haris.

 

 

sumber : detik.com

Penulis: Tofan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });