Sasar Markas ISIS di Afghanistan, Drone AS Salah Alamat, Puluhan Petani Lokal Jadi Korban

Sasar Markas ISIS di Afghanistan, Drone AS Salah Alamat, Puluhan Petani Lokal Jadi Korban

Pesawat tempur tanpa awak (drone) milik AS tewaskan puluhan petani lokal di Afghanistan / foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Puluhan petani pinus lokal di wilayah pegunungan Wazir Tangi di Provinsi Nangarhar Timur, Afghanistan tewas jadi korban salah sasaran pesawat tempur tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat.

Peristiwa penyerangan yang terjadi pada Rabu (18/9) malam tersebut awalnya ditujukan militer AS kepada markas kelompok ISIS di Afghanistan yang diduga berada disekitar wilayah tersebut, yaki di Nangarhar.

Seperti ditulis Reuters, tak hanya menewaskan 30 orang petani lokal, 40 petani lainnya juga menjadi korban luka-luka akibat serangan tersebut.

Haidar Khan pemilik ladan pinus mengatakan saat serangan terjadi di sana ada sekitar 150 pekerja sedang memanen. Beberapa petani masih hilang dan lainnya dikonfirmasi tewas dan terluka. Para pekerja tengah menyalakan api unggun dan duduk bersama ketika sebuah drone menghantam mereka.

"Beberapa dari kami berhasil melarikan diri, beberapa terluka tetapi banyak yang terbunuh," ungkap Haidar.

Serangan salah alamat tersebut diakui oleh pihak AS melalu jubir pasukan AS di Afghanistan Kolonel Sonny Leggett. "Kami menyadari tuduhan atas kematian akibat salah sasaran dan kami bekerja sama dengan pejabat setempat untuk menentukan fakta." 

Militan ISIS pertama kali muncul di Afghanistan pada 2014 dan hingga saat inni belum diketahui berapa jumlah total mereka. Namun pihak militer AS menyebut saat ini jumlah anggota ISIS di Afghanistan berjumlah lebih dari 2000 orang.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com