Houthi Klaim Atas Serangan Dua Fasilitas Utama Minyak Aramco

Houthi Klaim Atas Serangan Dua Fasilitas Utama Minyak Aramco

Fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milk Aramco terbakar oleh serangan Houthi (Reuters)

JAKARTAINSIGHT.com | Pemberontak Houthi Yaman telah mengklaim serangan terhadap fasilitas di Abqaiq dan Khurais, bahkan mereka bersumpah untuk memperluas berbagai target di Arab Saudi.

Serangan pesawat tak berawak (drone) yang diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman telah menyebabkan kebakaran di dua fasilitas utama yang dijalankan oleh Saudi Aramco, raksasa minyak milik negara Arab Saudi, hingga membuat proses produksi dan ekspor terganggu.

Mengutip juru bicara kementerian dalam negeri, Badan Pers Saudi, Sabtu (14/9/2019) mengatakan api di fasilitas di Abqaiq - rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar perusahaan - dan Khura berada di bawah kendali.

"Pada pukul 4.00 pagi (01:00 GMT) tim keamanan industri Aramco mulai menangani kebakaran di dua fasilitasnya di Abqaiq dan Khurais sebagai akibat ... drone," katanya, tanpa menyebutkan korban.

Dua sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa 5 juta barel per hari produksi minyak mentah telah terpengaruh - hampir setengah dari output kerajaan atau 5 persen dari pasokan minyak global.

Video menunjukkan asap naik di atas fasilitas perusahaan di Abqaiq karena apa yang tampak sebagai suara tembakan dapat terdengar di latar belakang.

Houthi mengatakan serangan itu dilakukan oleh 10 pesawat tanpa awak dan berjanji untuk memperluas jangkauan serangannya terhadap Arab Saudi, yang memimpin koalisi militer dalam memerangi mereka di Yaman.

"Serangan-serangan ini adalah hak kami, dan kami memperingatkan Saudi bahwa target kami akan terus meluas," kata juru bicara Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di TV Al Masirah.

"Kami memiliki hak untuk menyerang balik sebagai balasan atas serangan udara dan penargetan warga sipil kami selama lima tahun terakhir."

Koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan sedang menyelidiki serangan drone dan akan menghadapi ancaman "teroris" terhadap keamanan energi global.

"Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan serangan-serangan teroris ini," kata juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris.

Dia mengatakan aliansi militer yang didukung Barat akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk "melindungi aset nasional, keamanan energi internasional dan memastikan stabilitas ekonomi dunia".

 

Sumber: Al Jazeera

 

 

Editor:Yazeed Alexander
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com