Defenxor Luncurkan Dsiem Lindungi Keamanan Data Perusahaan Hingga Pemerintahan

Defenxor Luncurkan Dsiem Lindungi Keamanan Data Perusahaan Hingga Pemerintahan

Toto A Atmojo, Direktur Defenxor

JAKARTAINSIGHT.com | Menapaki era serba digital saat ini di mana internet menjadi sebuah kebutuhan sentral bukan hanya pada individu, melainkan juga penting bagi perusahaan, hal itu membuat keamanan data sangat vital untuk dilindungi dari berbagai potensi kejahatan dunia maya.

Sangat pentingnya perlindungan data terlihat dari catatan yang diungkapkan PT Defender Nusa Semesta (Defenxor), bahwa tahun lalu, rata-rata biaya yang dikeluarkan akibat kebobolan data secara statistik mencapai angka 6,4% secara global.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, biaya penanggulangan kejahatan siber diestimasikan akan mencapai 2 triliun dollar AS pada akhir 2019.

Guna membantu para pihak yang berkepentingan perihal perlindungan data, Defenxor sebagai anak perusahaan dari PT Computrade Technology International (CTI) ini akhirnya meluncurkan proyek “Dsiem”, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-4.

Dsiem adalah proyek open source untuk event correlation yang dibuat di atas arsitektur Elasticsearch dan dapat berfungsi sebagai SIEM (Security Information and Event Management).

Dsiem sendiri didesain secara khusus untuk membantu analis keamanan yang bekerja pada Pusat Operasi Keamanan Siber atau Security Operation Center (SOC) dan dapat digunakan terbuka oleh siapapun dengan gratis.

"Kenapa kami gratiskan atau open source? Karena Defenxor bukan perusahaan developer software yang mengembangkan software lalu dijual. Tapi Defenxor fokusnya memang ke SOC, jadi software ini kami gratiskan untuk pengembangan Dsiem sendiri dengan melibatkan semua orang," ungkap Toto A Atmodjo, Direktur Defenxor, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Ia mengklaim, Dsiem selama ini digunakan pada SOC milik Defenxor yang telah dipercaya untuk membantu menjaga keamanan siber beberapa lembaga pemerintahan, sejumlah BUMN terbesar di Indonesia dan juga berperan dalam menjaga keamanan siber saat momen Asian Para Games 2018 lalu.

"Saat ini Defenxor telah melayani pelanggan dari berbagai instansi pemerintah dan juga BUMN maupun swasta seperti perbankan serta industri finansial. Mereka berlangganan SOC Defenxor dengan software Dsiem," tuturnya.

Fungsi utama dari Dsiem ini sendiri adalah melakukan korelasi antar security event dan log yang ada, sehingga dapat berfungsi sebagai SIEM (Security Information and Event Management).

Adapun menariknya Dsiem dari SIEM lainnya selain dari open source dan memiliki kemampuan mengolah data dalam jumlah amat besar dengan cepat, Dsiem dapat pula digunakan pada Pusat Operasi Keamanan Siber level Nasional atau National SOC (NSOC).

Melihat rata-rata harga lisensi SIEM yang terbilang mahal, sehingga adopsinya menjadi rendah, maka Dsiem dapat menjadi acuan awal untuk organisasi atau perusahaan mendapatkan pengalaman menggunakan SIEM.

“Kami berharap Dsiem dapat dipakai oleh sebanyak mungkin organisasi, untuk meningkatkan kondisi IT Security-nya. Semakin banyak  pengguna Dsiem, maka kami dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari software, serta melakukan perbaikan-perbaikan maupun penambahan fitur yang diperlukan," ucap Toto.

Komitmen kami, lanjutnya, adalah tetap membuat Dsiemmenjadi project Open Source, dimana dapat digunakan secara bebas oleh semua orang.

"Namun jika ada organisasi yang membutuhkan bantuan serta layanan dalam mengimplementasikan dan menggunakan Dsiem, maka dengan senang hati Defenxor dapat membantu," imbuhnya.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });