Kemenag Temukan PIHK Tak Penuhi SPM Haji : Ada sangsi, bisa juga pembekuan izin

Kemenag Temukan PIHK Tak Penuhi SPM Haji : Ada sangsi, bisa juga pembekuan izin

Ilustrasi foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Kementerian Agama akan mengevaluasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dinilai tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Seperti dikatakan oleh Kepala Bidang Pengawasan PIHK Abdul Muhyi usai melepas keberangkatan terakhir jemaah haji khusus menuju tanah air di Bandara Prince Mohammed Bin AbdulAziz Madinah, Ahad (01/09) malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Muhyi menuturkan bahwa Kemenag sejauh ini telah menetapkan bahwa akomodasi yang harus disediakan oleh PIHK minimal hotel bintang 4, namun saat di lapangan, ditemukan penurunan bintang hotel yang semula bintang 4 ternyata tahun ini telah beralih menjadi bintang 3, sehingga dipandang kurang representatif untuk jemaah haji khusus.

“Ada beberapa PIHK yang menempati hotel yang kurang dari standar pelayanan yang ditetapkan," ujarnya.

“Kita catat, nanti setelah operasional ini akan kita evaluasi dan mungkin ada pengenaan sanksi. Kita akan lihat sperti apa evaluasinya. Bisa teguran bisa juga pencabutan atau pembekuan,” tuturnya.

Muhyi mengatakan Kemenag senantiasa mengawasi pelayanan PIHK kepada Jemaah haji khusus meliputi lama masa tinggal di Arab Saudi, pelayanan bimbingan ibadah, pelayanan transportasi, pelayanan akomodasi/Hotel, apartemen transit, pelayanan katering, pelayanan kesehatan, penanganan jemaah sakit/meninggal dan pelayanan Masyair (Armuzna).

Selain itu juga dilakukan pengawasan terhadap jemaah haji yang menggunakan visa mujamalah/furoda yang pada tahun ini terdata sebanyak 3.076 jemaah.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com