Vooya Ajak dan Edukasi Millenial Wujudkan Passion dan Cita-cita

Vooya Ajak dan Edukasi Millenial Wujudkan Passion dan Cita-cita

Aplikasi Vooya edukasikan kampanye #TauApa?Maumu.

JAKARTAINSIGHT.com | Passion atau cita-cita merupakan suatu keinginan yang seharusnya bisa diwujudkan dalam kehidupan seseorang. Tentunya dengan melalui proses yang panjang dan tidak mudah. Namun sayang, untuk generasi saat ini, passion dan keinginan seakan menjadi hal yang mustahil dan faktor kesekian puluh dalam kehidupan mereka. 

Kurangnya pemahaman individu atas minat dan bakat yang mereka miliki, menjadikan kedua hal tersebut sebagai permasalahan bagi individu saja, namun juga negara.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yang pertama adalah ekspektasi orang tua yang cenderung memaksakan ambisi kepada anak dan kurang memikirkan apa yang anak inginkan. Kedua, tekanan sosial memposisikan arti kesuksesan hanya dari sisi uang dan pencitraan.

Stephanie Wijanarko, selaku Program Director Vooya menjelaskan, bahwasannya tren sekarang ini banyak pelajar mengambil keputusan kurang sesuai dan terburu-buru. Misalnya, mereka berpikir bahwa sedikit ketertarikan atau rasa menggebu-gebu terhadap sebuah bidang dapat langsung dianggap sebagai passion, padahal belum tentu.

“Bisa saja satu bidang usaha saat itu sedang tren dan booming, sehingga mereka ikutan suka. Atau mereka benar-benar tertarik, tapi di sisi lain  mereka tutup mata jika sebenarnya tidak punya bakat sama sekali di bidang itu,” ungkap Stephanie.

Masalah ini diperparah dengan sistem edukasi yang kurang memberikan pengarahan mengenai pentingnya mengetahui passion. Contoh kasus nyatanya bisa dilihat pada sekolah-sekolah di Indonesia, yang hanya menginginkan para murid punya nilai yang bagus di semua pelajaran, tanpa memperhatikan minat dari para siswanya.

Sehingga dampak yang terjadi adalah generasi muda sekarang terjebak dalam keraguan atas diri sendiri dan generasi yang “mager”, alias malas gerak. Para generasi menjadi individu yang malas untuk riset atau mencari tahu mengenai jurusan yang mau diambil atau bahkan profesi yang ingin digeluti.

Passion disini, bukan hanya sekedar memiliki karir bagus, gaji besar, atau kesuksesan diri. Tetapi lebih dalam lagi, passion adalah tentang hasrat, sesuatu yang dikerjakan dengan tekun dan bahagia yang nantinya dapat pula menghasilkan.

Berangkat dari masalah dan kegelisahan tersebut, kesalahpahaman dan abainya individu terhadap passion, akhirnya menginspirasi munculnya gerakan #TauApaMaumu, yaitu sebuah kampanye dan kegiatan positif yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia dalam menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri, serta mengetahui apa yang benar-benar menjadi keinginan dan passion mereka. Gerakan #TauApaMauMu memberikan kesadaran akan pentingnya mengambil langkah untuk mewujudkan passion dan keinginan terdalam.

“Lewat gerakan #TauApaMaumu kami berharap dapat memberikan sebuah kontribusi nyata bagi generasi muda untuk dapat mengejar kesuksesan sesuai dengan keinginan diri. Vooya percaya terbentuknya generasi yang #TauApaMaumu dapat membangun masyarakat yang tangguh, passionate, produktif, yang akhirnya membuahkan kontribusi yang lebih maksimal bagi lingkungan ataupun sosialnya,” tambah Stephanie.

#TauApaMaumu Inspiration Session yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Agustus 2019 ini didukung oleh lebih dari 40 influencer tanah air, diantaranya Dias Kinanthi, seorang lulusan Sastra Jerman yang berhasil menjadi Diplomat sesuai passion-nya dan Barli Asmara yang cita-cita masa kecilnya ingin memiliki baju yang banyak, akhirnya dapat menjadi fashion designer ternama di Indonesia meski ditentang oleh orangtuanya.

 

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });