Selidiki Penetapan Besaran Bunga Pinjaman Online, KPPU Segera Panggil Asosiasi Fintech

Selidiki Penetapan Besaran Bunga Pinjaman Online, KPPU Segera Panggil Asosiasi Fintech

Ilustrasi gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Menyoal skema bisnis dan besaran penetapan bunga fintech P2P Lending (pinjaman online), KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) bakal memanggil asosiasi fintech dalam waktu dekat.

Rencana Pemanggilan asosiasi fintech oleh pihak KPPU tersebut guna menggali informasi terkait kebenaran fintech menetapkan besaran suku bunga, baik secara independen maupun melalui sebuah kesepakatan. 

Tak hanya asosiasi, mereka juga akan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait termasuk para ahli. Seperti diketahui, saat ini asosiasi fintech yang terdaftar diantaranya AFPI dan Aftech.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan (pemanggilan), karena sebelumnya sudah ada diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI)," ungkap Anggota Komisioner KPPU Chandra Setiawan, Rabu (28/8) seperti dilansir laman CNN Indonesia. 

Untuk diketahui, asosiasi fintech mematok suku bunga fintech P2P Lending maksimal sebesar 0,8 persen per hari, dengan akumulasi denda maksimal tidak lebih dari nilai pinjaman. 

"Memang kalau dilihat tingkat suku bunga per tahun jadi berlipat dari perbankan. Ini mengapa? Mengapa mereka bisa menetapkan suku bunga begitu tinggi," ujarnya.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com