Ahok Minta Umat Kristen Bersikap Biasa Saja Menanggapi Ceramah Lambang Salib UAS

Ahok Minta Umat Kristen Bersikap Biasa Saja Menanggapi Ceramah Lambang Salib UAS

Mantan Gurbernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) / foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Menanggapi pernyataan ustad kondang Abdul Somad yang menyinggung lambang salib yang videonya belakangan viral, politisi PDIP yang juga mantan Gurbernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau populer disebut Ahok meminta Umat Kristen agar menanggapi dengan biasa saja.

"Harusnya kalau orang Kristen biasa biasa saja digituin, karena bagi kami salib itu lambang mulia."

"Kalau orang tak mengerti salib dianggap itu macam-macam tapi tak ngerti. Bagi kami, salib adalah lambang kemuliaan Allah. Kita tak ada masalah," kata Ahok saat menghadiri Seminar Wawasan Kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8).

Meski pernah terjerat masalah penistaan agama pada 2017. Dia dianggap menghina Islam saat berkomentar soal penafsiran surat Al-Maidah ayat 51. Ahok divonis 2 tahun penjara, BTP menganggap kasusnya berbeda dengan pelaporan terhadap UAS.

Ustad Abdul Somad (UAS) / foto (istimewa)

 

Seperti dikutip laman CNN, Selasa (20/8), Ahok juga tak mau mempermasalahkan ceramah tentang salib tersebut. Menurutnya Abdul Somad hanya tak mengerti bahwa salib, dalam ajaran Kristen, adalah lambang kemuliaan. 

Dilain kesempatan, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan pihak Polda Metro Jaya saat ini sedang mendalami pelaporan organisasi masyarakat Horas Bangso Batak terhadap ceramah UAS terkait lambang salib tersebut. Abdul somad dilaporkan ke polisi dengan dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP. 

"Laporan sudah kita terima. Kita pelajari dulu, kita lakukan penyelidikan ya," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (20/9).

Sebelumnya, Abdul Somad sendiri telah mengklarifikasi pernyataannya dalam sesi tanya jawab ceramah yang menuai polemik tersebut. UAS menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia. Klarifikasi UAS itu diunggah dalam akun resmi sosial media Youtube milik FSRMM TV pada Minggu (18/8). 

 

 

Sumber : CNN Indonesia.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com