Pesan WhatsApp Beresiko Dimanipulasi, Begini Penjelasannya!

Pesan WhatsApp Beresiko Dimanipulasi, Begini Penjelasannya!

Fitur pesan Whatsapp beresiko dimanipulasi. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Belum lama ini dalam sebuah konferensi keamanan Siber, Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat ditampilkan peringatan bagi para pengguna fitur WhatsApp (WA). Adapun peringatan ini terkait ditemukannya celah yang mempengaruhi keamanan dalam penggunaan WA, yaitu pemanipulasian fitur reply dalam sebuah pesan.  

Kenapa bisa? Begini penjelasannya!

Adalah sebuah perusahaan keamanan cyber yang bernama Checkpoint, telah menjelaskan lewat sebuah demonstrasinya, dimana terlihat ada cara yang memang bisa dipakai mengubah teks dari pesan balasan yang dikirimkan oleh seseorang dalam keadaan sudah diganti atau dimanipulasi. Pada pesan yang sudah diganti itu terlihat seolah-olah benar dikirimkan oleh si pengirimnya yang asli.

Sebuah contoh kasusnya, seorang pegawai meminta kenaikan gaji ke bos melalui WhatsApp. Bos membalas akan menaikkan Rp 1 juta. Namun pesan ini kemudian diganti oleh sang pegawai dengan cara mengubah teks, sehingga pesan dari si Bos akan tertulis 'nominal kenaikan Rp 5 juta', dengan tampilan yang persis sama seperti saat awal dikirim.

Dan yang terjadi adalah, si pegawai misalnya bisa menunjukkan bahwa oleh sang bos gajinya dinaikkan Rp 5 juta. Orang lain pastinya tidak akan bisa membedakan dengan yang asli. Selain itu, celah ini juga bisa dijadikan sebuah modus untuk melakukan kriminalisasi berupa penipuan data, dan tentunya menjurus ke pemerasan.

Chekpoint sebelumnya telah mempertontonkan video demonstrasi ini beberapa waktu lalu, hanya baru sekarang mendemonstrasikan dan membicarakannya secara serius di event besar.

Peneliti dari Checkpoint bernama Oded Vanunu menyatakan kalau cara tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab untuk memanipulasi percakapan di platform milik Facebook tersebut. (detiknet)

 

 

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });