Pendatang Baru Asal Yogya Ini Menjadi Favorit Pengunjung Selama Jakarta Fair 2019

Pendatang Baru Asal Yogya Ini Menjadi Favorit Pengunjung Selama Jakarta Fair 2019

Stan bakpia Tugu Yogyakarta di arena JFK 2019.

JAKARTAINSIGHT.com | Perhelatan Jakarta Fair terbukti menguntungkan beberapa peserta pameran. Salah satunya adalah stan Tugu Jogja yang menjual beragam jenis bakpia khas kota Yogyakarta dan ini merupakan pengalaman pertama kalinya membuka stan di event multi produk terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Person In Charge atau Penanggung Jawab dari stan Tugu Jogja, Zulfa. Zulfa mengaku, traffic jumlah banyaknya kunjungan di Jakarta Fair selalu meningkat. 

"Baru pertama kali Tugu Jogja di Jakarta Fair, ya ini kan traficnya emang rame ya," ujar Zulfa.

Bahkan Zulfa mengklaim stan Tugu Jogja sering tutup lebih awal. Menurutnya, produk-produk yang ditawarkan selalu menjadi buruan pengunjung, sehingga mampu habis terjual setiap harinya.

"Kitapun disini stocknya selalu habis setiap hari, dan ini bagus banget sih penjualannya," ungkapnya. 

Tugu Jogja sendiri yang merupakan pendatang baru di Jakarta Fair, memiliki perbedaan dari bakpia-bakpia pada umumnya. Bakpia kukus Tugu Jogja ini agak berbeda karena bentuknya lebih besar dan teksturnya lebih empuk.

Terdapat 6 varian rasa dari bakpia kukus Tugu Jogja yang bisa pengunjung nikmati, misalkan saja tersedia rasa orginal, cokelat, keju, kacang hijau, kacang merah, dan strawberry.

"Di sini bakpianya di kukus dan ada 6 varian rasa, jadi pertama kalinya bakpia kukus ada di Jogja," jelas Zulfa.

Selain menghadirkan model bakpia terbaru, Tugu Jogja juga menawarkan aneka promo bagi pengunjung Jakarta Fair. Pengunjung hanya cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 35 ribu untuk pembelian satu box, sedangkan pembelian tiga box sekaligus hanya dikenakan biaya Rp 100 ribu.

"Dari sisi harganya diisni sangat terjangkau untuk satu box itu satunya Rp 35 ribu, dan kita disni juga ada promo untuk pembelian 3 box itu Rp 100 ribu untuk semua varian rasa," sebutnya.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com