Pemudik di Jalur Selatan Menurun, Ini Penyebabnya!

Pemudik di Jalur Selatan Menurun, Ini Penyebabnya!

Jalur kendaraan mudik yang melewati Trans Jawa. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Pantauan dari pisko mudik 2019 di Jalur Selatan terluhat menurun angka kepadatannya. Hingga H-2 menjelang lebaran, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, sekitar 30 persen kendaraan pemudik yang biasa melintasi jalur selatan untuk menuju kampung halamannya, kini beralih melalui jalur utara.

"Setelah kita hitung juga kalkulasi, hampir 30 persen volume lalu lintas yang menggunakan jalur Nagreg biasanya di tahun 2018, kemungkinan berpindah ke Pantura," kata Humas Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi di Posko Induk Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Selasa.

Fenomena ini terjadi setelah dibukanya jalur Trans Jawa melalui Pantura. Jalur Trans Jawa sendiri terlihat padat namun tetap lancar dengan diberlakukannya sistem satu arah.

Sejak sepekan menjelang lebaran sampai H-2 atau Senin (3/6), Traffic Count (TC) Dishub Kabupaten Bandung yang memantau arus pemudik ke arah timur dengan melalui jalur Nagreg ada sebanyak 437.256 kendaraan. Baik kendaraan pribadi, kendaraan roda dua, maupun moda transportasi umum.

Dari catatan ini dperkirakan, pemudik yang melintasi jalur selatan ada penurunan sampai 41,7 persen. Padahal H-2 tahun 2018 merupakan puncak volume kendaraan yang mengarah ke timur di Nagreg.

Ruddy juga menjelaskan bahwa saat ini pemudik memiliki banyak pilihan dengan adanya jalur Trans Jawa, yang memudahkan para pemudik menuju kampung halamannya.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com