AHY Komentari Pernyataan Prabowo Terkait Kegagalan Pemerintah Sebelumnya di Debat Capres Terakhir

AHY Komentari Pernyataan Prabowo Terkait Kegagalan Pemerintah Sebelumnya di Debat Capres Terakhir

Ilustrasi gambar : Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) / Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Debat Capres terakhir yang berlangsung malam kemarin, Sabtu (13/4) Hotel Sultan, Senayan - Jakarta Selatan menyuguhkan sejumlah poin menarik, diantaranya pernyataan capres 02 Prabowo Subianto yang menyinggung kegagalan pemerintahan sebelumnya.

Dalam debat tersebut, PS mengutarakan masih adanya masalah dalam perekonomian, termasuk persoalan industrialisasi di Indonesia, karena kita salah jalan. Namun, Prabowo tidak menyalahkan lawannya yang merupakan calon petahan, Joko Widodo (Jokowi) dan menganggap pemimpin-pemimpin terdahulu ikut bertanggung jawab.

Hal tersebut menjadi tanda tanya besar mengenai siapa sosok pemimpin yang dimaksud. Terkait hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno, Andre Rosiade menjelaskan bahwa Prabowo tak bermaksud menyerang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Andre mengutarakan, pernyataan Prabowo tersebut yang dimaksudkan adalah pengelolaan ekonomi Indonesia saat ini menyimpang dari UUD 1945.

"Jadi, saya sudah bilang, jadi maksudnya itu soal Pasal 33. Jadi, tidak ada maksud menyerang Pak SBY. Jadi, ini soal Pasal 33, bagaimana kita awal merdeka sampai sekarang kita kurang konsisten, kurang komitmen, dalam melaksanakan Pasal 33," kata Andre di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Merespon hal tersebut, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menyampaikan "Saya rasa kita harus melihat semuanya secara objektif. Setiap generasi kepemimpinan itu pasti telah melakukan berbagai capaian, baik di bidang ekonomi politik keamanan kesejahteraan rakyat," ungkap AHY usai menghadiri debat capres.

Lebih jauh AHY menambahkan bahwa Demokrat akan tetap solid mendukung pasangan Prabowo - Sandi. "Tidak mungkin kami keluar dari koalisi. Besok tiga hari lagi tinggal pemungutan suara. Jadi teman-teman media tidak perlu terlalu membuat suasana panas koalisi tidak utuh, tidak solid," tutup AHY.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com