Pengendara Sepeda Motor Dilarang Berboncengan Selama Pemberlakuan PSBB DKI Jakarta

Pengendara Sepeda Motor Dilarang Berboncengan Selama Pemberlakuan PSBB DKI Jakarta

Ilustrasi gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Merujuk Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, Pemprov DKI mengeluarkan sejumlah kebijakan, salah satunya soal larangan berboncengan bagi pengendara sepeda motor.

"Untuk roda dua tidak boleh ada berboncengan. Ini jelas melanggar physical distancing ini, (roda dua) boleh satu orang saja.  Ini juga berlaku untuk ojek online," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (8/4).

(istimewa)

 

PSBB ffektif diberlakukan mulai Jumat (10/4) aturan pembatasan tersebut akan dijelaskan secara lebih mendalam dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan diterbitkan dalam waktu dekat. 

"Detailnya kita masih masih menunggu Pergub," sambung Nana.

Selain larangan boncengan pengendara sepeda motor, PSBB Jakarta juga akan menerapkan waktu operasional dan penumpang transportasi umum. Jam operasional transportasi masal, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Kemudian jumlah penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas muatan.

 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com