Penumpang Penuhi Pesawat ke Singapura, Dirut Garuda Kaget!

Penumpang Penuhi Pesawat ke Singapura, Dirut Garuda Kaget!

Maskapai penerbangan domestik, Garuda Indonesia. (istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Efek penyebaran wabah virus corona telah membuat banyak negara melakukan berbagai antisipasi guna mencegah penularannya. Tak terkecuali negara Singapura, yang beberapa waktu lalu memperketat aturan masuk bagi pendatang maupun turis wisman ke negaranya.

Aturan ini diberlakukan sejak Senin (16/03/2020). Para pendatang, khususnya yang baru melakukan perjalanan dari negara-negara ASEAN, Jepang, Swiss atau Inggris wajib menjalankan karantina selama 14 hari.

Namun kenyataannya, aturan ini malah sempat membuat penumpang maskapai Garuda Indonesia membludak.

Maskapai Garuda mencatat bahwa pesawat tiba-tiba penuh penumpang yang ingin menuju Singapura. Ini jelas membuat pihak manajemen Garuda terkaget-kaget.

"Cukup kaget! Padahal sebelumnya telah diumumkan oleh pihak berwenang Singapura, bahwa barangsiapa yang masuk kesana per tanggal tertentu (kalau tudak salah) hari Selasa maka akan kena karantina selama 14 hari. Tapi justru pesawat kita malah penuh, bahkan sempat tambah armada, dengan permintaan ke Singapura," jelas Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (detikcom)

Kebijakan mengkarantina diri sendiri atau stay home notice (SHN) ini berlaku untuk semua pengunjung di Singapura, tak terkecuali warga negara Singapura itu sendiri. Tentunya dengan riwayat perjalanan mengunjungi negara ASEAN (kecuali Malaysia untuk perlintasan darat dan laut), Jepang, Swiss, atau Britania Raya.

Persyaratan lainnya adalah, pengunjung wajib menyertakan bukti tempat tinggal selama karantina 14 hari.

Bila terbukti tidak memenuhi syarat tadi, maka Otoritas Singapura akan melakukan penegakan hukum terhadap yang melanggar.

Adapun sanksi yang diberikan kepada pelanggar, sesuai dengan Infectious Diseases Act Singapura maka akan dikenakan hukuman berupa denda sampai dengan 10.000 SGD dan/atau penjara sampai dengan 6 bulan.

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Travelio Upaya Pencegaham Virus Corona
Kamis, 19 Maret 2020 23:38:39

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });