Tepis Tudingan Investasi Bodong, Elza Syarief : MeMiles memang bukan perusahaan investasi

Tepis Tudingan Investasi Bodong, Elza Syarief : MeMiles memang bukan perusahaan investasi

Keterangan foto : Elza Syarief ditunjuk jadi kuasa hukum MeMiles 

JAKARTAINSIGHT.com | Kuasa Memiles (PT Kam and Kam) Elza Syarief Nasution angkat bicara terkait penyitaan uang senilai 122 miliar lebih oleh pihak kepolisian Polda Jatim beberapa waktu lalu dari rekening Memiles karena diangggap sebagai investasi bodong.

Menepis anggapan Memiles sebagai perusahaan investasi bodong, Elza menjelaskan menjelaskan, setelah mempelajari kasusnya, ia merasa bahwa Memiles bukanlah produk investasi. Tapi justru hanyalah jasa pemasangan iklan.

“Jadi uang yang masuk ke Memiles dari para member itu murni hanya untuk pemasangan iklan, tidak pernah diinvestasikan ke tempat lain. Jadi kalau ada pihak yang bilang kalau Memiles tidak punya ijin investasi ya karena memang kita bukan perusahaan investasi. Nah kalau kami memberikan reward berupa barang kepada customer," sebut Elza melalui pernyataan tertulis, Minggu (12/1).

Elza menyebutkan bahwa reward tersebut merupakan bentuk apresiasi pihak Memiles kepada para customer yang loyal atau rajin memasang iklan atau top up. Dan bentuk reward tersebut berbeda-beda tergantung keuntungan perusahaan. Jadi kalau sekarang Memiles digembar-gemborkan jadi perusahaan investasi ya investasi yang seperti apa? Kita jelas bukan perusahaan MLM atau piramida,” ujarnya.

Elza menambahkan, bahwa yang menjadi korban atas penyitaan asset milik Memiles adalah para customer sendiri. Karena menurutnya, pihak Memiles telah menyiapkan hadiah atau reward yang akan segera diberikan kepada para anggotanya.

“Ada anggota yang mau beribadah ke Hollyland Jerusalem, ada yang ingin umroh ke Mekah, semua sudah kita belikan tiketnya, tinggal kita berikan kepada mereka. Tapi karena adanya penyitaan ini jadinya malah angus semua dan tidak bisa digunakan."

Terkait adanya laporan para member yang merasa ditipu oleh pihak Memiles, Elza menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya penyitaan asset dari pihak kepolisian. Sehingga para customer tersebut belum merasakan keuntungan dari reward yang akan diberikan oleh pihak Memiles.

“Jadi mereka yang merasa dirugikan itu melaporkannya pada saat asset dari Memiles sudah disita oleh pihak kepolisian. Kan sudah hampir tiga minggu ini. Saat kasus ini sudah berjalan, baru mereka melaporkan ke Polda Jawa Timur,” terang Elza.

Menyoal ijin usaha Memiles yang telah dicabut oleh pihak OJK sejak Agustus 2019, Elza Syarief lagi-lagi menegaskan bahwa Memiles tidak pernah mengurus ijin ke pihak OJK sebagai perusahaan investasi. Oleh karena itu Elza memastikan tidak adanya pencabutan ijin dari OJK, karena sejak awal memang Memiles tidak pernah mengajukan ijin usaha.

“Jadi ini simpang siur datanya. Kita gak pernah mengajukan ijin sebagai perusahaan investasi ke OJK, karena Memiles murni merupakan jasa pemasangan iklan,” tegas Elza.

Elza juga menegaskan bahwa kasus Memiles ini mencuat lantaran pada awalnya pihak Memiles mengadakan sebuah acara yang mengundang sebanyak 200 orang, namun ternyata saat hari H, para peserta membludak, sehingga ada sedikit masalah di bidang perijinan dari kepolisian. Jadi bukan karena adanya laporan dari customer yang merasa ditipu oleh pihak Memiles karena tidak diberikannya reward yang dijanjikan semula

“Pihak Polda Jawa Timur sendiri sudah mengkonfirmasi akan kepastian hal tersebut lewat humasnya. Saya kebetulan punya videonya,” tutup Elza.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });