Langka di Indonesia, RS Premier Bintaro Kembangkan Orthopedi Center

Langka di Indonesia, RS Premier Bintaro Kembangkan Orthopedi Center

Seminar Orthopedi Anak RS Premier Bintaro

JAKARTAINSIGHT.com | Pelayanan terhadap penyakit orthopedi, atau yang berurusan dengan sistem muskuloskeletal, seperti mencakup tulang, sendi, otot, tendon, saraf, khususnya pada anak di Indonesia saat ini terbilang masih sangat minim.

Tercatat, jumlah dokter orthopedi anak di Indonesia hanya terdapat 10 orang, sehingga terpaksa pasien anak-anak yang tidak dapat tertangani harus dialihkan kepada dokter orthopedi umum.

Padahal, menurut Dr. Patar P. Opposunggu, SpOT yang merupakan dokter orthopedi anak di RS Premiere Bintaro, penanganan beberapa kasus orthopedi pada anak tidak selalu bisa diatasi oleh dokter orthopedi umum.

“Dokter orthopedi umum memang dapat menangani beberapa kasus anak, tetapi tidak semua masalah orthopedi anak bisa diselesaikan oleh dokter orthopedi umum. Tetap saja pada akhirnya akan dilimpahkan kembali ke dokter orthopedi spesialis anak,” terang Patar dalam kesempatan Media Gathering dan Seminar Orthopedi Anak di RS Premier Bintaro, Kamis (19/9/2019).

Ia turut menjelaskan soal masalah orthopedi anak yang tidak sama dengan orang dewasa pada umumnya. Hal itu, dia mengatakan, lebih disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor pertumbuhan dan respon tubuh saat cedera, trauma, infeksi serta kelainan bentuk tulang.

Adapun beberapa jenis kelainan orthopedi pada anak, diungkapkan Patar, antara lain Cerebral Patsy, di mana penderita mengalami gangguan pergerakan hingga membuat gerakan tak terkendali, berjalan tidak stabil, atau kombinasi dari semuanya.

Kemudian, club feet atau lengkung pada telapak kaki ketika berdiri menjadi datar. Berikutnya, kaki bengkok, jalan jinjit (toe walking), kaki menghadap ke dalam (in-toeing), kaki “O” atau melengkung keluar (bow legs), dan kaki “X” atau kaki melengkung kedalam (knock kness).

Mengingat sangat minimnya dokter orthopedi spesialis anak, dokter yang juga pernah lama berkarier di luar negeri itu mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu memperhatikan kondisi dan mengevaluasi anaknya dengan rutin.

“Kalau anaknya terlihat berbeda dari rata-rata anak-anak yang seusia dengan dia, segera bawa periksa. Kalaupun ternyata normal berarti bagus. Tapi kalau tidak normal, kita bisa tanggap lebih dini dan lebih punya banyak pilihan dalam mengatasinya seperti penangan tanpa operasi,” pungkasnya.

Masih kata Patar, banyak keuntungan jika masalah orthopedi ini ditangani sedini mungkin, dari sisi biaya tentu akan murah karena tindakan yang dijalani tidak kompleks ketika penyakit sudah berat. Kemudian risiko bius dan pendarahan akan lebih kecil, serta hasilnya bisa lebih baik.

Sebagai informasi, RS Preimer yang telah berdiri hampir 21 tahun, seiring waktu mengikuti pesatnya perkembangan ilmu serta teknologi kedokteran terus mengembangkan berbagai fasilitas dan layanan, termasuk juga Orthopedi Center.

Berbagai pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Orthopedi Center RS Premier Bintaro dapat mengatasi seluruh problem berkaitan dengan penyakit orthopedi secara terpadu dan komperhensif. Pelayanan yang diberikan mulai dari skrining, diagnostic, terapi obat-obatan, terapi bedah maupun non bedah.

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });