Gandeng Indodax Platform Streaming Asal AS 'THETA' Injakan Kaki di Indonesia

Gandeng Indodax Platform Streaming Asal AS 'THETA' Injakan Kaki di Indonesia
Ilustrasi gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Setelah sebelumnya menjalin kerjasama eksklusif dengan perusahaan teknologi SAMSUNG dan Google, Thetalabs atau THETA yang merupakan platform streaming yang mengadopsi teknologi blockchain menginjakan kaki di pasar Indonesia.

“Kami telah mengembangkan jaringan pengiriman video kami dan mengimplementasikan kemitraan teknologi kami dengan platform video. Karena itu, Indonesia adalah pasar yang sangat menarik bagi kami dan kami sangat senang memperkenalkan Theta Network kepada penyedia layanan lokal,” ungkap CEO Thetalabs Mitch lewat pernyataan tertulis, Rabu (17/7).

Mengadopsi teknologi blockchain, Theta yang berdomisili di San Jose, California - Amerika Serikat tersebut menggunakan TFUEL sebagai token atau aset kripto untuk pembayaran.

"Theta adalah jaringan pengiriman video terdesentralisasi, didukung oleh pengguna, berjalan pada blockchain khusus pada jaringan Theta. Pengguna dapat memperoleh hadiah token karena menggunakan kelebihan bandwidth mereka untuk berbagai video dengan pengguna lain di dekatnya,"lanjut Mitch.

Menandai kehadirannya di tanah air, Thetalab bekerjasama dengan perusahaan bursa kripto Indodax. Pihak Theta meyakini bermitra dengan Indodax adalah langkah penting untuk menggaet pasar di Indonesia, yang memiliki populasi aset kripto yang sangat aktif. Saat ini Theta sendiri sudah memiliki beberapa Theta Guardian Nodes (server blockchain Theta) yang tersebar di Indonesia.

baca : Mudahkan Transaksi Kripto Pemula, Indodax Kembali Rilis Platform Bitcoin.co.id

“Dengan terdaftarnya kami di Indodax, kami ingin meningkatkan kesadaran protokol Theta dan terus meningkatkan komunitas kami dan menambahkan lebih banyak Guardian Nodes untuk sepenuhnya mendesentralisasikan protokol kami,” jelas Mitch.

Dengan ukuran pasar konten video besar Indonesia, Theta ingin memasuki pasar Indonesia dan bekerja sama dengan penyedia konten video lokal untuk membangun jaringan Theta yang terdesentralisasi.

 

Theta meyakini pertumbuhan video streaming seperti game akan terus meningkat. Dari riset yang mereka himpun, seperti kelompok riset dalam S&P Global Market Intelligence, langganan video OTT Indonesia yang berbayar menembus sekitar 36,4% rumah tangga broadband pada 2018. Ini diharapkan tumbuh 16,4% selama lima tahun ke depan.

Sejalan dengan Mitch, CEO Indodax Oscar Darmawan  terkait kerjasama tersebiut mengatakan bahwa pihaknya sangat terkesa dan optimis cukup berpotensi di masa depan.

Theta sendiri adalah salah satu blockchain yang menurut kami cukup berpotensi di masa depan khususnya melihat dari daftar partner korporasi dari Theta sendiri mulau dari Samsung, CJ Hello dan Google."

"Saya kira hingga sekarang tidak banyak protokol blockchain hingga saat ini yang mempunyai kekuatan partnership di dunia korporasi sebesar Theta. Saya sangat terkesan dengan daftar partnership yang dibawa oleh Theta,” kata  Oscar Darmawan. 

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com